Champions for Action, Dorong Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Reporter: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Yayuk Widiyarti
Kamis, 18 April 2019 21:26 WIB
Champions for Action, Dorong Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

CANTIKA.COM, Jakarta - Kesetaraan gender di dunia profesional dapat membawa perusahaan memiliki kinerja yang lebih baik. Karena itu, perusahaan Grant Thornton memperkenalkan program “Champions for Action”, yang bertujuan untuk memberikan apresiasi pada individu yang membantu gerakan kesetaraan gender di dunia profesional di negara masing-masing.

Pada 2019 ini, Grant Thornton Indonesia memilih tema teknologi untuk tokoh “Champions for Action”. Aulia Halimatussadiah menjadi wakil dari Indonesia yang membawa dampak positif di dunia digital Indonesia. Aulia, yang akrab disapa Llia, adalah salah satu pendiri dan CMO (credit marketing officer) perusahaan digital Storial.co dan NulisBuku.com.  Perusahaan ini memadukan dunia digital dengan dunia menulis dan publikasi di Indonesia.

Wanita kelahiran 17 Juni 1983 ini menjelaskan kalau perempuan dapat membantu perusahaan menjadi jauh lebih baik lagi. Namun, perempuan Indonesia harus lebih aktif menghadapi perubahan ke dunia digital.

“Perempuan banyak bersentuhan langsung dengan masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari, maka penting bagi perempuan untuk paham teknologi apa saja yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah-masalah itu,” tutur Llia.

Artikel lain:
Seksisme Merugikan Perempuan? Ini Penjelasan Aktivis Kesetaraan
KDRT pada Perempuan Perkotaan Lebih Tinggi Ketimbang di Desa

Dia berharap ke depannya semakin banyak perempuan Indonesia yang ingin berkecimpung di dunia teknologi.

“Saya berharap ke depan, perempuan Indonesia punya rasa ingin tahu yang lebih besar untuk berkecimpung di dunia teknologi dan meningkatkan jumlah partisipasinya di teknologi dari kurang dari 20 persen menjadi setara dengan pria,” lanjutnya.

Selain Aulia Halimatussadiah, Grant Thornton Indonesia juga memilih organisasi nirlaba Generation Girl, sebagai salah satu tokoh “Champions for Action”. Organisasi Generation Girl bertujuan untuk memperkenalkan perempuan ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) melalui sarana klub liburan.

Di Generation Girl, perempuan Indonesia diajarkan mengenai berpikir secara kritis dan juga membangun keterampilan untuk menjadi pemimpin di semua bidang.

“Kami ingin menunjukkan kepada perempuan muda bahwa mereka dapat mencapai impian dan menjadi panutan di masa depan, bahkan di bidang yang didominasi oleh pria,” ucap Nadine Siregar, Pendiri Generation Girl.

Grant Thornton juga melakukan survei bertajuk “Women in Business 2019” yang mencatat tiga strategi perusahaan di Indonesia yang bisa meningkatkan dan menjaga kesetaraan gender. Tiga cara tersebut adalah menyediakan program mentoring, fleksibilitas di dunia kerja, dan memastikan akses setara antara pria dan perempuan terkait peluang kerja.