Makanan Sehat Tak Perlu Mahal, Ini Contohnya

Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

kesehatan

Makanan Sehat Tak Perlu Mahal, Ini Contohnya

Rabu, 10 April 2019 17:29 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Siapa bilang makanan sehat itu harus mahal? Banyak sayuran murah meriah yang bernilai gizi tinggi untuk tubuh.

Ahli gizi asal California, Amerika Serikat, yang menulis buku The Veggie Queen, Jill Nussinow, menjelaskan sayuran kaya serat, vitamin, serta mineral efektif mencegah berbagai penyakit kelas berat, seperti diabetes, jantung, hingga kanker. Berikut sayuran murah dengan manfaat tinggi.

Artikel lain:4 Makanan yang Oke Disantap kala Perut Kosong4 Makanan Alami yang Ampuh Mengatasi Keracunan Makanan

#Bayam Sayur murah meriah ini salah satu makanan paling kaya nutrisi. Nussinow menyebut sayur kegemaran tokoh kartun Popeye ini kaya asam folat, kalsium, zat besi, kalium, magnesium serta vitamin A, C, dan K. “Bayam banyak mengandung kuersetin, yakni jenis antioksidan kuat dan betakaroten yang membantu menangkal infeksi, peradangan, serta penuaan. Mengonsumsi bayam dapat mengurangi risiko diabetes dan kanker karena juga mengandung sulforafan,” katanya.

#Kubis Di balik kelezatan kubis, tersimpan asam folat, kalium, magnesium, vitamin A, C, dan K  serta fitonutrien yang berfungsi melawan radikal bebas serta peradangan. “Mengonsumsi kubis baik untuk memelihara kesehatan mata dan tulang. Selain itu, ada zat sulforafan untuk menangkal sel-sel kanker,” kata Nussinow.

Ilustrasi kubis. Tabloidbintang

#Jamur Ahli gizi sekaligus penulis buku Food Sanity: How to Eat in a World of Fads and Fiction, David Friedman, merekomendasikan jamur sebagai salah satu makanan yang wajib disantap. Jamur kaya serat, kalium, vitamin C, dan D yang baik untuk kesehatan tulang serta kekebalan tubuh.

“Jamur juga cocok untuk yang sedang berdiet karena mengandung sedikit kalori dan lemak. Selain itu, kandungan betaglukan dan kitin pada jamur mampu menurunkan kadar kolestrol sekaligus meningkatkan rasa kenyang,” urainya.

#Brokoli Untuk mendapatkan vitamin C, biasanya orang mengonsumsi jeruk. Jika khawatir dengan lonjakan gula darah usai makan jeruk, Anda bisa beralih ke brokoli. Satu mangkuk brokoli mampu memenuhi jumlah asupan vitamin C per hari.

“Selain itu, brokoli kaya vitamin K dan membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Friedman.

Daun Kelor. Tokopedia

#Daun kelor Daun yang dianggap mistis oleh sebagian masyarakat Indonesia ini ternyata tinggi kalsium, protein, kalium, vitamin A, C, dan E yang baik untuk kesehatan mata, tulang, serta mencegah kerusakan pembuluh darah pada pasien diabetes. Daun kelor juga kaya antioksidan serta polifenol yang dikenal sebagai pelindung lever.  

#Wortel Friedman menjelaskan setiap 100 gram wortel menyediakan kebutuhan vitamin A empat kali lipat dari nilai kecukupan harian. “Tak hanya vitamin A, wortel mengandung kalium, serat plus vitamin B1, B2, B3, B6, C, dan K. Kandungan betakaroten yang tinggi pada wortel berfungsi sebagai antioksidan yang efektif memperlambat penuaan sel,” papar Friedman. 

Ilustrasi seledri (Wikipedia)

#Seledri Seledri yang biasanya digunakan sebagai pelengkap hidangan memiliki manfaat luar biasa untuk tubuh. Friedman menyebut seledri sumber polisakarida dan antioksidan. Keduanya berfungsi menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan. Seledri tidak mengandung lemak namun banyak serat, juga mengandung vitamin A,C, K, dan folat. Mengonsumsi seledri dapat mengurangi risiko penyakit jantung, radang sendi, dan kanker. 

#Selada Selada kaya mineral, kalsium, folat, betakaroten, dan vitamin K. Pada setiap jenis selada, jumlah nilai gizinya berbeda. Nilai gizi selada akan meningkat ketika warna hijau daunnya semakin gelap.

“Saya menyarankan untuk mengonsumsi selada romaine atau selada cos karena nilai gizinya lebih banyak dibandingkan selada jenis lain,” ujar Friedman. Harga selada cos berkisar 7 sampai 20 ribu rupiah.

AURA