Mengenal Diet Rendah Oksalat untuk Pengidap Batu Ginjal

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi salad. Foto: Pixabay.com/JillWellington

Ilustrasi salad. Foto: Pixabay.com/JillWellington

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Diet rendah oksalat salah satu pola makan yang kerap direkomendasikan untuk pengidap batu ginjal, kata Keri Gans, penulis The Small Change Diet. Bukan cuma itu, pola makan tersebut juga baik untuk orang yang rentan alami endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam terbentuk di dalam ginjal. Maka dari itu, diet rendah oksalat tidak dimaksudkan sebagai rencana pola makan untuk menurunkan berat badan. 

Apa Itu Diet Rendah Oksalat?

Seperti namanya, pola makan ini dimaksudkan untuk rendah oksalat, yang merupakan senyawa yang ditemukan dalam makanan tertentu dan diproduksi dalam jumlah kecil oleh tubuh Anda, kata Sonya Angelone, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

“Pemecahan vitamin C dalam tubuh kita juga menghasilkan oksalat,” tambahnya.

Oksalat ditemukan secara alami di banyak sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, dan biji-bijian, kata Deborah Cohen, profesor di Departemen Ilmu Nutrisi Klinis dan Pencegahan di Universitas Rutgers, New Jersey, Amerika serikat.

Cohen mengatakan bahwa Anda mengeluarkan hampir semua asam oksalat (yang bercampur dengan mineral lain untuk membentuk oksalat) yang bersentuhan dengan Anda. Batu ginjal terbentuk ketika oksalat berikatan dengan kalsium saat keluar dari tubuh.

Diet rendah oksalat dirancang untuk membantu meminimalkan interaksi Anda dengan oksalat. "Beberapa menyarankan bahwa mengurangi jumlah oksalat yang dikonsumsi dapat menurunkan risiko [batu ginjal]," kata Cohen.

"Namun," tambahnya, "penting untuk dicatat bahwa perkembangan batu ginjal bersifat multifaktorial." Misalnya, terlalu sedikit kalsium atau mengalami dehidrasi juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena batu ginjal, kata National Kidney Foundation.

Jadi, diet rendah oksalat saja bukan satu-satunya langkah pencegahan yang layak diambil, oleh karena itu disarankan untuk berbicara dengan dokter sebelum mencobanya.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."