Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022, Ada yang Gratis dan Berbayar

Botol berlabel "Vaksin Coronavirus COVID-19" dan jarum suntik terlihat di depan logo Novavax yang ditampilkan dalam ilustrasi ini, 9 Februari 2021. [REUTERS/Dado Ruvic]

kesehatan

Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022, Ada yang Gratis dan Berbayar

Sabtu, 4 Desember 2021 12:00 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pemerintah mulai memberikan vaksin covid-19 dosis ketiga atau booster mulai tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan booster itu akan diterapkan di semua provinsi di Tanah Air mulai Januari 2022.

"Nggak ada provinsi (prioritas), langsung paralel semuanya," ujar Luhut usai membuka "Health Business Gathering 2021" di Nusa Dua, Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Luhut menambahkan booster akan diberikan secara gratis dan sebagian lagi berbayar.

"Sebagian yang berbayar. Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang, yang lainnya bayar. Saya pasti bayarlah," ucapnya. Mengenai harga vaksin, lanjut Luhut, saat ini masih dihitung oleh Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi pernyataan Luhut mengatakan kisaran harga vaksin COVID-19 penguat di bawah Rp300.000. "Mulainya tapi dari Pak Luhut ya, dari umur-umur Pak Luhut," ucap Budi Gunadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menambahkan, dilihat dari skemanya, vaksin COVID-19 penguat diharapkan biayanya secara mandiri oleh masyarakat.

"Kecuali penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, itu artinya berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu. Rencananya seperti itu, nanti kami kan lihat juknisnya lagi. Juknisnya belum keluar kok," ucapnya. Menurut Suarjaya, setelah nanti ada petunjuk teknisnya (juknis), baru bisa dilihat daerah atau kelompok masyarakat mana yang bisa mendapatkan prioritas vaksin COVID-19.

Baca juga: Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Diimbau Lebih Cepat, Ini Alasannya