10 Tanda Potensial Bunuh Diri, Tanggapi Serius Agar Bisa Beri Pertolongan Tepat

Jika seseorang membuat komentar yang sepertinya menunjukkan bahwa dia depresi atau berpikir untuk bunuh diri, Anda harus selalu menanggapinya dengan serius. (Pexels/Ianmer Basio)

kesehatan

10 Tanda Potensial Bunuh Diri, Tanggapi Serius Agar Bisa Beri Pertolongan Tepat

Rabu, 28 April 2021 15:04 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Kinanti Munggareni

CANTIKA.COM, Jakarta - Penyanyi dan aktris Korea, Kwon Mina kembali mengunggah foto percobaan menyakiti diri sendiri di akun instagramnya pada akhir April 2021. Sebelumnya, mantan member group AOA ini, pada Juli 2020 pernah mengunggah postingan percobaan bunuh diri

Sulit membayangkan hal yang menyebabkan seorang teman, anggota keluarga, atau selebritas memilih untuk mengakhiri nyawanya. Seringkali petunjuk yang jelas tidak terlihat. Anda juga mungkin akan bertanya-tanya soal tanda-tanda bunuh diri yang mungkin terlewatkan. Yang jelas, ada banyak faktor yang bisa menuntun seseorang pada keputusan fatal tersebut.

Bunuh diri bukanlah penyakit mental tetapi konsekuensi potensial serius dari gangguan mental yang dapat diobati. Gangguan kesehatan mental ini mencakup depresi mayor, gangguan bipolar, gangguan stres pasca trauma, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, gangguan penggunaan zat, gangguan kecemasan, dan gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

Lantas, apa saja yang bisa jadi tanda peringatan bunuh diri? Berikut 10 tanda peringatan seseorang berpotensi bunuh diri yang dikutip dari Web MD

1. Kesedihan atau kemurungan yang parah

Kesedihan yang bertahan lama, perubahan suasana hati, dan kemarahan yang tidak terduga.

2. Keputusasan

Merasakan keputusasaan yang mendalam tentang masa depan, dengan sedikit harapan bahwa keadaan dapat membaik.

3. Masalah tidur

Tidur yang buruk merupakan faktor utama dalam depresi dan kondisi kesehatan mental lainnya yang secara signifikan meningkatkan risiko dan pikiran untuk bunuh diri. Semakin banyak pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidur yang terganggu dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri, terlepas dari depresi atau masalah kesehatan mental lainnya.

4. Ketenangan tiba-tiba

Tiba-tiba menjadi tenang setelah masa depresi atau kemurungan bisa menjadi tanda bahwa seseorang telah mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.

5. Menarik diri dari aktivitas sosial

Memilih untuk menyendiri dan menghindari teman atau aktivitas sosial juga mungkin merupakan gejala depresi, penyebab utama bunuh diri. Ini termasuk hilangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas yang sebelumnya dinikmati orang tersebut.

6. Perubahan kepribadian atau penampilan

Seseorang yang sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri mungkin menunjukkan perubahan dalam sikap atau perilaku, seperti berbicara atau bergerak dengan kecepatan atau kelambatan yang tidak biasa. Selain itu, orang tersebut mungkin tiba-tiba menjadi kurang peduli dengan penampilan pribadinya.

7. Perilaku berbahaya atau merugikan diri sendiri

Perilaku yang berpotensi berbahaya, seperti mengemudi sembarangan, melakukan hubungan seks yang tidak aman, dan peningkatan penggunaan obat-obatan atau alkohol, mungkin menunjukkan bahwa orang tersebut tidak lagi menghargai hidupnya.

8. Trauma atau krisis hidup baru-baru ini

Krisis besar kehidupan bisa memicu upaya bunuh diri. Krisis termasuk kematian orang yang dicintai atau hewan peliharaan, akhir hubungan, diagnosis penyakit berat, kehilangan pekerjaan, atau masalah keuangan yang serius.

9. Membuat persiapan

Seringkali, seseorang yang mempertimbangkan mengakhiri hidup akan mulai membereskan urusan pribadinya. Ini mungkin termasuk mengunjungi teman dan anggota keluarga, memberikan harta pribadi, membuat surat wasiat, dan membersihkan kamar atau rumah mereka. Beberapa orang akan menulis catatan, sementara yang lainnya akan membeli senjata api atau cara lain seperti racun.

10. Mengancam atau membicarakan tentang bunuh diri

Dari 50% hingga 75% dari mereka yang mempertimbangkan untuk bunuh diri akan memberi seseorang, seperti teman atau kerabat, tanda peringatan. Ini mungkin bukan ancaman langsung. Mereka mungkin berbicara banyak tentang kematian atau mengatakan hal-hal seperti "Akan lebih baik jika saya tidak ada di sini." Namun, tidak semua orang yang mempertimbangkan untuk bunuh diri akan mengatakannya, dan tidak semua orang yang mengancam untuk bunuh diri akan melakukannya.

Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa masalah mereka tidak cukup serius untuk menjamin pikiran atau perilaku bunuh diri, yang paling penting adalah seberapa serius mereka memandang itu. Jika dirasa penting bagi mereka, maka dalam pikiran mereka, bunuh diri mungkin tampak seperti pilihan yang valid.

Yang terpenting, jangan pernah mengabaikan pembicaraan atau ancaman tentang bunuh diri. Jika seseorang membuat komentar yang sepertinya menunjukkan bahwa dia depresi atau berpikir untuk bunuh diri, Anda harus selalu menanggapinya dengan serius.

Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi: Yayasan Pulih (021) 78842580

Baca juga: Cegah Terulangnya Percobaan Bunuh Diri dengan 7 Safety Plan Ini

WEB MD | VERY WELL MIND