Cerita Sandra Dewi Dilanda Stres di Awal Menyusui Putra Kedua

Sandra Dewi dalam acara pentingnya 1.000 hari pertama anak 'Yuk, pantau tumbuh kembang si kecil dengan teman bumil' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

keluarga

Cerita Sandra Dewi Dilanda Stres di Awal Menyusui Putra Kedua

Minggu, 1 Desember 2019 10:01 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Sandra Dewi bertekad menyusui putra keduanya, Mikhael Moeis yang lahir pada September 2019, selama dua tahun. Meski ASI-nya melimpah,  Sandra Dewi mengaku sempat mengalami saat-saat sulit mengeluarkan ASI di hari-hari pertamanya melahirkan.

Sandra Dewi menceritakan pemicu stres yang menyebabkan ASI-nya seret. "Di hari pertama melahirkan ASI aku udah keluar banyak, tapi tiba- tiba saya stres karena kangen anak pertama. Saya sampai nangis dikirimi video setiap hari. Akhirnya ASI-nya seret," ujarnya di diskusi perayaan dua tahun aplikasi Teman Bumil di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

Anak pertamanya, Raphael Moeis, saat ini berusia 23 bulan. Sandra Dewi hamil anak kedua ketika Rafa berusia 1 tahun. Selama beberapa hari saat melahirkan di rumah sakit, ia tentu harus meninggalkan Rafa di rumah.  Sang suami, Harvey Moeis, akhirnya memutuskan membawa Rafa ke rumah sakit untuk mengobati kerinduannya.

Sandra Dewi melahirkan anak kedua, Mikhael Moeis (Instagram @sandradewi88).

Setelah bertemu Rafa, Sandra Dewi mengatakan produksi ASI-nya lancar kembali. "Jadi stres itu benar-benar bikin ASI nggak keluar. Makanya selama menyusui harus happy. Saya juga galau, tapi nggak boleh galau supaya saya bisa menyusui dengan baik," ujar aktris 36 tahun itu.

Menurut aktris film Quickie Express ini, putra keduanya Mikhail lebih kuat minum ASI dibandingkan dengan Rafa. Setiap satu jam ia harus menyusui atau memberi ASI perah jika dia sedang di luar rumah. "Anak kedua ini baru dua bulan udah hampir 7 kilogram, gendut banget. Minumnya banyak banget, hampir setiap satu jam," ujar dia.

Pakar laktasi Ameetha Drupadi mengatakan, hari-hari pertama melahirkan menjadi saat rentan bagi ibu menyusui. Sebab, perubahan hormon pasca-persalinan sering kali membuat mood berubah. Tak jarang ada ibu yang mengalami baby blues di dua minggu pertama. "Ketika mood berubah, ASI-nya lebih sedikit keluarnya. Jadi (produksi) ASI lebih tergantung pada perasaan ibu. Makanan juga tetap harus gizi seimbang," kata dia.

MILA NOVITA