Apa Itu Swab Anal dan Seberapa Akurat sebagai Tes COVID-19? Ini Kata Ahli

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kita sudah familiar dengan swab test atau tes usap untuk deteksi COVID-19. Pengambilan sampelnya dari hidung atau tenggorokan. Kini, ada alternatif tes COVID-19 dengan pengambilan sampel di anal atau anus yang disebut swab anal. Pemerintah Kota Beijing, Kota Qingdao, dan Kota Yangzhou, Cina, mewajibkan wisatawan menjalani swab anal menjelang akhir masa karantina.

Tes swab anal ini berlaku di daerah yang masuk kategori berisiko tinggi penularan COVID-19. Seperti diketahui, semua penumpang pesawat internasional yang mendarat di Cina harus dikarantina. Saat karantika akan berakhir, petugas menerapkan swab anal kepada pendatang.

Seperti namanya, swab anal dilakukan dengan cara memasukkan kapas lidi ke anus untuk mengambil sampel lendir. Direktur Pusat Kesehatan Masyarakat Universitas Fudan, Shanghai, Lu Hongzhou mengatakan, pengambilan sampel melalui anus lebih akurat dibandingkan swab pada umumnya yang mengambil sampel lendir dari tenggorokan atau hidung.

Baca juga:

Ahli THT: Anosmia Bisa Jadi Tanda Terinfeksi COVID-19

"Ada kemungkinan hasilnya salah jika mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan," ujar Lu Hongzho. Para ilmuwan mendapati bahwa virus di hidung dan tenggorokan lebih cepat hilang daripada di anus. Sebab itu, banyak ditemukan kasus COVID-19 tanpa gejala.

Metode tes COVID-19 swab anus tersebut memicu perdebatan. Warganet yang pernah menjalani swab anal menceritakan pengalamannya.

"Kamu harus mengangkat bokong di atas kasur dan merasakan kapas lidi masuk di anus," katanya seperti dikutip dari Beijing News. "Kalau sampelnya dianggap belum cukup, mungkin petugas akan melakukan swab anal beberapa kali."

Pemerintah Kota Shanghai pernah menerapkan metode swab anal pada awal 2020 kemudian tidak lagi menerapkannya. Lu Hongzhou menambahkan, kebijakan swab anal hanya diterapkan kepada para pendatang lewat penerbangan internasional dan kelompok berisiko tinggi untuk memastikan akurasi hasil tes COVID-19.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."