Ahli Gizi Bagi Tips Pola Makan Sehat Jelang Ramadan saat Pandemi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Umat muslim bersiap menyambut datangnya Ramadan pada Kamis, 23 April 2020. Bulan suci Ramadan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena kita diimbau bekerja, beribadah, dan belajar di rumah untuk cegah penularan virus corona baru atau COVID-19. Kondisi di rumah saja itu bisa membuat pola makan Anda berubah. Apa hubungannya?

Sebabnya beberapa dari kita lebih sering mencoba resep baru ataupun jajan via layanan online atau daring. Ada baiknya kita menyesuaikan pola makan jelang Ramadan agar lancar dan sehat menjalani ibadah puasa.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Raissa Djuanda mengatakan saat sahur perlu makanan dengan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein ,mineral, dan lemak. Selain itu, jenis karbohidrat yang kompleks juga disarankan agar bisa kenyang lebih lama. Contohnya, nasi merah, kentang, dan roti gandum.

"Nah, untuk buka puasa boleh langsung mengisi energi tubuh agar bisa terganti cepat, tapi makan manis tentunya jangan berlebihan. Misalnya makan kurma 2-3 butir, sirup buah atau kolak pisang," ucap Raissa dalam Kuliah Whatsapp Pola Makan di Masa Karantina, Kamis 16 April 2020.

Mulai saat ini, lanjut Raissa, cukupi protein harian menjelang Ramadan. Selain demi meningkatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh di tengah pandemi corona, baik pula untuk menjaga masa otot protein. Konsumsi telur dan minum susu yang mengandung omega 3 asam lemak esensial baik untuk tubuh.

Perhatikan pula jenis makanan yang sebaiknya dihindari jelang Ramadan. Raissa menganjurkan kurangi makanan yang merangsang asam lambung, contohnya asam pedas, bumbu yang kuat hingga sayuran seperti kol yang menyebabkan lambung bergas. Hal itu baik untuk kelancaran dan kekuatan berpuasa dari Subuh hingga Maghrib.

"Sebaiknya hindari buah-buahan yang dikeringkan atau buah yang dimasak manisan atau asinan sebab bisa merangsang asam lambung, termasuk hindari minuman tertentu seperti soda dan alkohol," ucapnya.

Begitu pun untuk konsumsi kafein mulai dibatasi menjelang dan saat berpuasa. Konsumsi kopi pada saat berbuka puasa dan sahur. Sebab kopi sifatnya deuretik, yakni menyebabkan buang air kecil lebih banyak dan tubuh bisa kekurangan cairan.

Mari kita sambut Ramadan dengan tetap menaati imbauan Pemerintah di tengah pandemi corona. Semoga kita sehat selalu.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."