Putri Ma'ruf Amin Jadi Wasekjen Partai Demokrat: Abah Menghormati

Siti Nur Azizah terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2020-2025. Instagram.com/@sitinurazizah_maruf

profil

Putri Ma'ruf Amin Jadi Wasekjen Partai Demokrat: Abah Menghormati

Jumat, 17 April 2020 11:00 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Putri Wakil Presiden Indonesia periode 2020-2025 Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2020-2025. Ia mengungkapkan bergabung ke partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono merupakan pilihan politik rasional yang dia putuskan sendiri.

Ia juga menyatakan saat memilih itu tanpa tekanan dari pihak mana pun. "Tentu saja Abah akan menghormati keputusan tersebut," kata Azizah kepada Tempo, Kamis, 16 April 2020.

Ia mengatakan hal ini sekaligus bukti keseriusannya terjun ke dunia politik. Menurut Azizah, ia banyak ditawari masuk partai politik sejak keluar menanggalkan status aparatur sipil negara pada 2019. Ia mengaku terus menimbang dengan cermat sebelum akhirnya memutuskan.

"Hingga akhirnya saya mencermati terjadi adanya sebuah perhelatan besar partai politik yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seorang anak muda menjadi ketua umum," ujar Azizah.

Azizah mengatakan momen itu mulai membuka matanya. Ia merasa harus memberi dukungan dan memperkuat suami Annisa Pohan itu.

AHY terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat dalam Kongres V pada 15 Maret 2020. AHY terpilih secara aklamasi menggantikan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono. "Dengan bergabung saya ke Demokrat, saya meyakini bisa memperkuat posisi partai secara lokal dan nasional,"ucap Azizah.

Memilih Demokrat, kata Azizah, adalah bagian dari kesadaran sejarah untuk mendukung kaum muda maju dan berperan di gelanggang politik. Ia mengatakan pula bahwa Demokrat adalah partai parlemen dengan ketua umum termuda se-Indonesia.

Perempuan berusia 47 tahun ini menilai Demokrat telah mengambil langkah nyata memberi peran signifikan untuk anak-anak muda. Ia juga menilai Demokrat menarik karena berlatar belakang ulama, sehingga memiliki garis ideologi nasionalis-religius.

Menurut Azizah, ideologi itu memudahkan untuk terjun dan berinteraksi dengan masyarakat lintas agama, suku bangsa, dan antargolongan. "Ibarat wadah, maka Demokrat itu wadahnya luas, sehingga bisa menampung berbagai aspirasi dan kepentingan dari masyarakat Indonesia yang majemuk tanpa kepura-puraan," pungkas ia.

BUDIARTI UTAMI PUTRI