4 Tips Dampingi Anak Belajar di Rumah saat Sekolah Libur

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi anak belajar bersama ibu. shutterstock.com

Ilustrasi anak belajar bersama ibu. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan sekolah libur selama dua pekan mulai Senin 16 Maret 2020 hingga 30 Maret 2020. Termasuk penundaan jadwal ujian nasional dan ujian sekolah. Tindakan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19 pada anak-anak.

"Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan provinsi DKI dan akan melakukan proses belajar mengajar melalui metode jarak jauh," kata Anies di Balairung Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Maret 2020.

Pengumuman tersebut tentu diiringi dengan sejumlah pendampingan orang tua di rumah. Terapkan langkah-langkah berikut agar anak tetap belajar efektif, selain mengikuti kegiatan jarak jauh yang diberikan sekolah masing-masing.

Mengutip laman Parenting dan Education Corner agar anak tetap bersemangat belajar di rumah

Lakukan kebiasaan sekolah di rumah

Meskipun anak berada di rumah, Anda tetap harus melakukan kebiasaan yang selalu diterapkan saat bersekolah. Misalnya, anak harus bangun jam 6 pagi, mandi dan sarapan.

Setelah itu, barulah Anda minta anak untuk belajar hingga waktu istirahat tiba. Contohnya, jam 10 dan jam 12, Anda bisa memberikan waktu istirahat selama 15-20 menit. Ini membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah.

Belajar wajib di meja

Saat di rumah dan akan belajar, jangan sekali-kali membiarkan anak melakukannya di luar meja belajar. Misalnya di atas kasur atau di depan televisi. Sebab, konsentrasi anak anak terganggu dan cenderung ingin bermalasan. Dengan membiasakannya belajar di meja, fokusnya pun tidak akan terpecah dan hanya pada buku pelajaran saja.

Temani dan bimbing anak

Bagi beberapa sekolah, belajar dengan metode streaming dengan guru sudah diterapkan. Tapi bagi mereka yang belum mendapatkan hal ini, tentu perlu ada pendampingan dalam belajar.

Anda bisa berlaku sebagai guru dengan mengajari anak agar ia mengerti tentang materi yang sedang dipelajari. Jika Anda sibuk, coba minta pengasuh atau guru les untuk datang ke rumah dan menggantikan Anda.

Hindari gawai dan alat elektronik lainnya

Bagi anak yang duduk di sekolah dasar dan menengah pertama, alat elektronik tentu belum diperbolehkan untuk digunakan selama sekolah. Walaupun anak belajar di rumah, hal ini pun wajib diterapkan.

Sebab gawai menjadi distraksi atau gangguan sehingga anak enggan belajar. Apabila Anda sudah mengizinkannya memakai ponsel, simpan perangkat tersebut hingga waktu belajar usai.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | LANI DIANA WIJAYA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."