Body Shaming Dilawan Camila Cabello dengan Cara Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Penyanyi Camila Cabello berpose saat tiba dalam acara Pre-Grammy Gala And Salute To Industry Icons di Sheraton New York Times Square Hotel, AS, 27 Januari 2018. REUTERS

Penyanyi Camila Cabello berpose saat tiba dalam acara Pre-Grammy Gala And Salute To Industry Icons di Sheraton New York Times Square Hotel, AS, 27 Januari 2018. REUTERS

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Awal Agustus ini, Camila Cabello mengekspresikan pendapatnya tentang standar tubuh perempuan untuk melawan body shaming atau komentar negatif mengenai tubuh seseorang. Penyanyi 22 tahun ini mengunggah tulisan di Instagram Story-nya yang menentang anggapan bahwa tubuh ideal perempuan harus terlihat mulus.   

Dalam unggahannya, Camila Cabello menuliskan bahwa dia mencari-cari foto untuk dikirim dalam perayaan peringatan dua tahun "Havana", lagu yang menjadi tonggak penting dalam kariernya. Di tengah pencariannya, dia menemukan beberapa komentar yang mempermalukan penampilannya alias body shaming.

“Jujur, hal pertama yang saya rasakan adalah sangat tidak aman, hanya membayangkan seperti apa gambar-gambar ini, oh tidak! Selulitku! Oh tidak! Saya tidak mengisap perut saya!” tulisnya.

Tapi setelah ia mengamati gambar itu, ia tidak melihat bagian buruk dari tubuhnya, kecuali sudut yang tidak sempurna. Ia menyayangkan pendapat banyak orang tentang tubuh perempuan yang harus terlihat mulus seperti menggunakan aplikasi airbrushed. “Tubuhku tidak terbuat dari batu, atau semua otot. Tetapi bagian paling menyedihkan dari gadis-gadis muda yang tumbuh di dunia airbrushed adalah mereka mencari kesempurnaan yang tidak nyata."

Ia menyinggung tentang anak-anak perempuan yang tumbuh di era media sosial, mereka terus melihat-lihat foto, diedit hingga mulus, dan berpikir bahwa hasil editan itu nyata. “Tidak. Itu palsu. Dan kepalsuan menjadi realitas yang baru,” kata dia.

Ia juga mengajak para perempuan untuk kembali menerima tubuh apa adanya. “Girls, selulit itu normal. Lemak itu normal. Itu indah dan alami,” ia melanjutkan.

Penyanyi Senorita ini bukan pertama kali mengalami body shaming. Pada 2018, dia bertepuk tangan pada para komentator yang menganggap pose tangan di perutnya merupakan bukti bahwa dia hamil. “Kalian jangan gila. Aku berkeliling Amerika makan makanan enak, jangan pedulikan saya dan perut saya,” kata dia membalas komentar. 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."