Orang Tua Bertengkar di Depan Anak, Ini Dampak Negatifnya

Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak-anak. huffpost.com

keluarga

Orang Tua Bertengkar di Depan Anak, Ini Dampak Negatifnya

Kamis, 21 Maret 2019 11:46 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Tsania Marwa baru saja berkesempatan untuk menemui anaknya, Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira, setelah sekitar 2 tahun tidak pernah bertemu. Pada saat di tengah bermain dengan anak-anaknya, mantan suaminya, Atalarik Syah, tiba-tiba datang dan mengusir Tsarina dengan kata-kata kasar. Pertengkaran yang kasar antara orang tua bisa memiliki dampak buruk pada perkembangan anak.

Baca juga: Ciri-ciri Perpisahan Sehat di antara Pasangan yang Mempunyai Anak

Orang tua berdebat memang sudah biasa, namun orang tua bertengkar dengan cara kasar memiliki dampak besar pada anak-anak. Terutama bila sampai ada pertengkaran fisik. Melansir dari VeryWell Family, anak dari usia 6 bulan sudah bisa terkena dampak negatif dari pertengkaran orang tua berikut ini

#1. Anak merasa tidak nyaman Saat orang tua terus bertengkar, anak-anak akan menjadi lebih sering khawatir, terutama mengenai keamanan dan stabilitas keluarganya. Anak tidak merasa aman lagi di dalam rumahnya dan akan sering merasa khawatir saat melakukan hal-hal lain. Karena apa yang terjadi di antara orang tuanya di dalam rumah, anak sering merasa tidak memiliki tempat yang aman dan nyaman.

#2. Hubungan anak dan orang tua tergangguPertengkaran orang tua, juga menyebabkan hubungan anak dan orang tua terganggu. Anak akan merasa kalau orang tua tidak memberikan kasih sayang yang tulus, karena melihat perlakuan mereka pada ibu atau ayahnya. Seringkali, orang tua bertengkar juga kesulitan untuk menunjukkan rasa kasih sayang yang tulus karena merasa stres dan khawatir, perasaan yang timbul saat sering bertengkar.

#3. Lingkungan yang negatifOrang tua bertengkar membuat lingkungan yang negatif di rumah. Saat anak mendengar atau melihat pertengkaran antara kedua orang tuanya, mereka bisa mulai merasakan stres, kesal, marah, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Hal tersebut bisa berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak.