Anak Susah Fokus, Orang Tua Bisa Terapkan 8 Kebiasaan Berikut

Ilustrasi anak belajar bersama ibu. shutterstock.com

keluarga

Anak Susah Fokus, Orang Tua Bisa Terapkan 8 Kebiasaan Berikut

Kamis, 7 Maret 2019 14:30 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Semakin bertambahnya usia anak, maka fokus perhatiannya juga akan bertambah. Misalnya anak yang berusia 5 tahun, bisa lebih fokus ketimbang anak 3 tahun. 

Baca juga: Anak Susah Konsentrasi Belajar, Mungkin Orang Tua Penyebabnya

Meski anak-anak memiliki rentang perhatian yang lebih pendek daripada orang dewasa, orang tua bisa membantu anak susah fokus agar memiliki rentang perhatian yang lebih panjang. Berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan orang tua bersama anak. 

1. Belajar Sambil BermainBermain adalah dunia anak. Namun permainan yang terstruktur dan sesuai usia bisa menjadi sarana belajar bagi anak. Selain itu juga melatih anak untuk lebih fokus. Kebiasaan menstimulasi anak dengan permainan yang mengasah otak dan kemampuan motorik dapat membantu anak mengembangkan berbagai kemampuan termasuk kemampuan memecahkan masalah.

 

3. Menerapkan Rutinitas yang KonsistenTerapkan waktu tidur, belajar, dan bermain secara rutin dan konsisten. Konsistensi akan membentuk jam biologis anak sehingga Anda akan lebih mudah mengetahui kapan saatnya anak bisa fokus untuk belajar dan kapan saatnya mereka mengantuk.

4. Masuklah Ke Hal-hal yang Paling Disukai AnakAda anak yang menyukai hal-hal berbau dinosaurus, mobil, boneka, dan tokoh kartun tertentu. Masuklah ke dalam dunia anak tersebut. Anak akan lebih tertarik, fokus, dan termotivasi untuk mempelajari banyak hal ketika kita memulainya dengan membicarakan hal-hal yang mereka sukai.

5. Hindari Potensi GangguanLingkungan yang kondusif akan membantu anak untuk fokus dan berkonsentrasi. Hindari hal-hal yang berpotensi mengganggu konsentrasi anak seperti suara televisi, gawai, atau suara yang terlalu berisik.

6. Lakukan Kegiatan Fisik SecukupnyaTerlalu banyak kegiatan yang menguras energi akan membuat anak mudah lelah sehingga sulit berkonsentrasi. Sebaliknya, jika anak kurang melakukan kegiatan fisik mereka bisa kelebihan energi sehingga tidak bisa diam dan sulit fokus.

 

7. Sesuaikan Kemampuan AnakJangan memaksakan anak menyelesaikan sesuatu di luar kemampuannya. Jika sebuah puzzle atau buku bacaan dirasa terlalu sulit buat anak, jangan memaksa mereka menyelesaikannya. Biarkan anak berproses menyelesaikan hal-hal yang mudah dan dikuasainya dahulu.

8. Ingatkan Anak Untuk Menyelesaikan Pekerjaan Satu PersatuTerkadang karena terlalu bersemangat, anak ingin menyelesaikan banyak hal secara bersamaan. Di sinilah orang tua harus mampu mengerem anak. Ingatkan anak untuk menyelesaikan satu hal dahulu sebelum berpindah ke hal lain. Bantu anak membuat rencana menyelesaikan hal yang paling mudah hingga yang paling sulit. Kebiasaan ini juga akan membuat anak menjadi orang yang bekerja secara terstruktur dan terencana.

AURA