Pahami Perbedaan Sikap Anak di Sekolah dan Rumah

Reporter: Tabloid Bintang
Editor: Yunia Pratiwi
Selasa, 19 Februari 2019 08:00 WIB
Pahami Perbedaan Sikap Anak di Sekolah dan Rumah

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa orang tua mengeluhkan perilaku anak yang berubah-ubah setelah masuk sekolah. Ada yang mengeluhkan anak mereka berperilaku baik di sekolah, namun nakal di rumah. Begitu juga sebaliknya ada anak yang berperilaku baik hanya di rumah saja.

Baca juga: 3 Cara Menerapkan Kebiasaan Makan yang Baik pada Anak

Psikolog anak sekaligus penulis buku Your Pre-Schooler Bible, Dr Richard C. Woolfson, menerangkan perilaku semacam ini umum dialami para balita. “Balita mampu membedakan berbagai batasan dan kemungkinan dalam banyak situasi. Kadang-kadang mereka mengeksploitasi perbedaan antara situasi satu dengan yang lain semaksimal mungkin,” ujar Woolfson.

Jika anak mulai berulah di sekolah, orang tua juga harus menyiapkan sejumlah jurus misalnya dengan memberi pengertian pada anak. Dengarkan penjelasan anak terlebih dulu ketika Anda mendapat keluhan tentang sikapnya. Biasanya anak akan memberikan penjelasan yang dianggapnya logis dan mungkin beralasan hanya bertindak sama seperti orang lain.

Ingatkan anak bahwa Anda menginginkan ia bersikap sama baiknya di sekolah atau rumah. “Terangkan pada anak bahwa mereka bertanggung jawab terhadap perilaku mereka. Pada usia ini, anak sebenarnya sudah cukup mengerti bahwa perilaku yang baik harus diterapkan di mana saja mereka berada,” ujar Richard C. Woolfson.

Pertimbangkan pula faktor eksternal di balik sikap anak. Misalnya, sikap anak yang tiba-tiba berubah di sekolah karena meniru orang di sekelilingnya baik teman sebaya maupun orang dewasa yang berada di sekolah. Jika ini penyebabnya, Anda bisa memindahkan anak pada kelompok teman sebaya yang berbeda. Diskusikan hal ini pada guru di sekolah sebelum bertindak. Komunikasi dengan guru di sekolah juga penting agar anak tahu Anda memperhatikan sikapnya di luar rumah. 

Artikel lain: Tips Agar Anak Tidur Cukup dan Nyenyak

“Penting bagi anak menyadari bahwa orang tuanya mendapat laporan tentang sikapnya selama berada di sekolah. Anak akan cenderung tidak berbuat sesukanya jika ia tahu orang tuanya mengawasi,” tandas Woolfson.

AURA