Rumah Tangga Bahagia Tanpa Anak, Begini Saran Psikolog

Ilustrasi pasangan romantis/suami-istri. Shutterstock

keluarga

Rumah Tangga Bahagia Tanpa Anak, Begini Saran Psikolog

Selasa, 5 Juni 2018 16:00 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Tidak semua pasangan suami istri memiliki anak, antara karena mereka tidak bisa memiliki anak atau karena mereka memutuskan untuk tidak memiliki anak. Banyak yang mengatakan kalau anak memiliki peran penting untuk menjaga keharmonisan keluarga. 

Banyak juga tekanan sosial dari masyarakat yang mendorong pasangan suami istri untuk cepat punya anak. Padahal, rumah tangga masih tetap bisa bahagia tanpa kehadiran anak. Tentunya hal tersebut bukan suatu hal yang mudah. Ada cara untuk pasangan suami istri tanpa anak agar bisa tetap menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. 

Artikel lainnya: Dewi Perssik Disarankan Punya Anak, Psikolog Jelaskan TujuannyaZaskia Adya Mecca Buktikan Anak Bawa Rezeki

Ilustrasi keluarga bahagia/harmonis. Suami mencium istri. Shutterstock.com

Psikolog klinis dan forensik, Kasandra Putranto, menjelaskan cara agar pasangan suami istri tanpa anak bisa tetap bahagia dan memiliki rumah tangga yang harmonis. “Untuk menjadi bahagia, pasangan tanpa anak harus memiliki hubungan yang solid dan kompak,” ujar Kasandra Putranto kepada Tempo, Senin 4 Juni 2018.

Ketika keluarga tidak memiliki anak, biasanya suami dan istri akan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Padahal, menghabiskan waktu bersama itu sangat penting untuk pasangan tanpa anak.  “Memiliki kegiatan bersama dan tetap saling mencintai tanpa perlu mencari kesalahan siapapun,” kata Kassandra.

Baca juga: Sukar Memahami Suasana Hati Anak, Coba Cara BerikutAyu Ting Ting Sedih, Waktu untuk Anaknya Sedikit Selama Ramadan

Ilustrasi suami istri. Shutterstock

Keharmonisan keluarga tergantung setiap pasangan. Ada yang punya anak tetapi tidak mensyukuri, malah sering ribut dan stres. Ada pula yang tidak punya anak tetapi tetap senang dan saling mencintai satu sama lain. Semua tergantung pada pasangan suami istri dan kontribusi yang mereka berikan pada pernikahan dan rumah tangga.