Pentingnya Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi daging ayam (Pixabay.com)

Ilustrasi daging ayam (Pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak, ahli gizi menganjurkan pemberian makanan sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial lengkap.

"Meskipun manusia dapat memperoleh protein yang bersumber dari protein nabati, namun protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap," kata guru besar bidang ilmu gizi kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Profesor Sandra Fikawati di Jakarta, Kamis, 30 Mei 2024.

Adapun bahan makanan yang termasuk sumber protein hewani antara lain ikan, cumi-cumi, udang, kerang, telur, susu, daging unggas, dan daging sapi.

"Makanan tersebut setidaknya menyuplai sembilan macam asam amino esensial dari 20 jenis asam amino atau senyawa yang bergabung untuk membentuk protein yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain pertumbuhan fisik, juga pertumbuhan otak," kata Sandra.

Ada Peningkatan Konsumsi Protein Hewani

Sandra juga mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa penduduk Indonesia lebih banyak mengonsumsi protein nabati (65,7 persen) ketimbang protein hewani (34,3 persen).

Dia mengutip hasil survei tahun 2020 yang menunjukkan rata-rata konsumsi protein hewani penduduk perkotaan 23,71 gram per kapita per hari, sedangkan penduduk perdesaan 18,21 gram per kapita per hari.

Protein hewani yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia di perdesaan dan perkotaan dalam satu tahun rata-rata 21,29 gram per kapita per hari menurut hasil survei itu.

Sandra mengatakan bahwa jika dibandingkan pada tahun 2020, tingkat konsumsi daging pada 2022 mengalami peningkatan meski tidak signifikan.

Menurut dia, tingkat konsumsi daging sapi dan unggas juga masih lebih baik dari tingkat konsumsi ikan, cumi-cumi, udang, dan kerang yang stagnan serta tingkat konsumsi telur dan susu yang menurun selama kurun tersebut.

Fikawati memaparkan data dalam Buletin Konsumsi Pangan Vol 13 Nomor 1 Tahun 2022 dari Kementerian Pertanian yang menunjukkan penduduk Indonesia lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi (31,74 persen) dibandingkan untuk daging (4,38 persen), ikan/udang/cumi-cumi/kerang (7,72 persen), serta telur dan susu (4,99 persen).

Menurut dia, data-data tersebut menunjukkan peluang bagi produsen makanan untuk menawarkan bahan makanan segar, seperti daging segar, sebagai pilihan sumber protein hewani.

Pilihan Editor: Hari Gizi Nasional, Pemberian MPASI Kaya Protein Hewani Bisa Cegah Stunting

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."