5 Cara Membantu Anak Mengelola Amarah

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

Ilustrasi anak marah atau berteriak. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Membantu anak mengelola amarah sangat penting untuk perkembangan emosi dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Saat mereka menghadapi naik turunnya masa pertumbuhan, mengajari mereka keterampilan untuk mengatasi kemarahan dan frustrasi dapat memberdayakan mereka untuk menangani tantangan hidup dengan lebih efektif. Berikut adalah cara sederhana membantu anak mengelola amarah dan mengatasi emosi yang rumit.

1. Ajari identifikasi perasaan

Dorong anak Anda untuk menjadi "detektif emosi" dengan membantunya mengidentifikasi dan memberi label pada emosinya. Sama seperti memecahkan sebuah misteri, memahami apa yang mereka rasakan adalah langkah pertama untuk mengelolanya.

Gunakan bahasa sederhana dan contoh yang dapat mereka kaitkan, seperti "Saat kamu merasa marah, rasanya seperti gunung berapi yang siap meletus. Tapi kita bisa belajar untuk mendinginkannya bersama-sama." Dengan mengenali dan menyebutkan emosi, anak-anak dapat mengendalikan emosi tersebut dengan lebih baik.

2. Berkomunikasi

Ajari anak Anda kekuatan kata-kata dalam mengelola amarah melalui komunikasi yang efektif. Dorong anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan tenang dan tegas, dengan menggunakan pernyataan “saya” seperti “Saya merasa kesal ketika…” daripada menyalahkan orang lain.

Skenario permainan peran untuk berlatih mengekspresikan emosi dan mendengarkan secara aktif, membangun pemahaman dan empati yang lebih baik. Komunikasi menjadi jembatan penyelesaian konflik dan mencegah amarah meluap-luap.

3. Fokus pada solusi

Berdayakan anak Anda dengan keterampilan pemecahan masalah untuk mengatasi akar penyebab kemarahan mereka. Dorong mereka untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mendiskusi kemungkinan solusi yang bisa dipilih, dan mengevaluasi efektivitasnya.

Dengan berfokus pada mencari solusi daripada memikirkan masalah, anak-anak akan merasa lebih terkendali dan tidak terlalu terbebani oleh emosi mereka. Pendekatan ini memupuk ketahanan dan pola pikir proaktif dalam mengelola amarah.

4. Membangun kepercayaan diri

Bantu anak Anda membangun kepercayaan diri dan ketegasan untuk mengungkapkan kebutuhan serta batasannya dengan hormat. Skenario permainan peran di mana mereka berlatih mengatakan tidak terhadap tekanan teman sebaya atau membela diri mereka sendiri dengan cara yang konstruktif.

Ajari mereka bahwa tidak apa-apa untuk menegaskan hak dan preferensi mereka tanpa bersikap agresif atau pasif. Ketegasan membangun harga diri dan memberdayakan anak-anak untuk menghadapi situasi sosial dengan percaya diri, mengurangi kemungkinan munculnya kemarahan karena perasaan tidak berdaya atau frustrasi.

5. Tingkatkan kemampuan mendengar dan empati

Bekali anak Anda dengan keterampilan untuk menyelesaikan konflik secara damai dan konstruktif. Ajari anak untuk mendengarkan secara aktif, mengakui perasaan orang lain, dan menemukan titik temu untuk berkompromi.

Dorong anak menggunakan solusi “win-win” di mana kedua belah pihak merasa puas dengan hasilnya. Dengan meningkatkan empati dan pengertian, anak-anak belajar bahwa konflik dapat menjadi peluang untuk bertumbuh dan memperkuat hubungan, bukan menjadi sumber kemarahan dan kebencian.

Pilihan Editor: 6 Alasan Mengapa Ingin Marah Terus, Ada Kesedihan yang Belum Selesai 

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."