Hari Ibu, Ketahui Dampak Mom Shaming: Psikologis sekaligus Fisik

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi ibu sedih saat mengasuh bayinya. Foto: Unsplash/Hollie Santos

Ilustrasi ibu sedih saat mengasuh bayinya. Foto: Unsplash/Hollie Santos

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Di ulasan sebelumnya Cantika membahas alasan seseorang menjadi pelaku mom shaming, kali ini membahas dampak mom shaming. Perlu diketahui, korban mom shaming kebanyakan ibu baru. Sebab mereka masih galau dan mudah bimbang saat mendapat komentar menghakimi dari orang lain.

Bukan cuma itu, seseorang menjadi korban mom shaming juga karena belum mempunyai pengetahuan parenting yang mumpuni dan tidak memiliki sistem pendukung atau support system yang baik. Dan perlu diingat juga, tidak semua ibu mengalami mom shaming, dan tidak semua ibu menganggap mom shaming.

Kembali ke dampak mom shaming, poin pertama yang dibahas adalah dari sisi psikologi. Berikut beberapa dampak psikologis yang dipaparkan psikolog dan motivator Anisa Cahya Ningrum.

Dampak Psikologis Mom Shaming

1. Rasa Percaya Diri Menurun hingga Kecemasan

Salah satu dampak psikologi mom shaming adalah tidak percaya diri. Mereka jadi kerap mempertanyakan apakah yang dilakukannya betul atau tidak, dan lebih mementingkan pendapat orang lain ketimbang intuisinya sebagai ibu secara naluri.

"Itu bisa bikin ngedrop banget, merasa bersalah. Bisa muncul masalah psikologis, yang banyak terjadi adalah kecemasan dan depresi. Jadi cemas, was-was, benar gak sih apa yang saya lakukan. Kalau orang-orang bilang gitu, trus gimana, apa kata orang. Mengkhawatirkan apa kata orang," jelas Anisa saat dihubungi Cantika via telepon pada Rabu, 21 Desember 2022.

2. Bonding dengan Anak Kurang Kuat

Dampak mom shaming yang satu ini bakal dialami oleh ibu yang mengalami masalah kesehatan mental, jelas Anisa.

"Kalau ibu sudah mengalami masalah mental, cemas atau depresi, maka stimulasi terhadap anak juga akan berkurang. Tidak antusias untuk menstimulasi perkembangan anak," tuturnya.

"Ketika ibu alami depresi, ketertarikan pada anak rendah. Keinginan untuk menstimulasi dnegan anak sangat rendah, maka ikatan pada anak terdampak," tambahnya.

3. Memicu Konflik

Munculnya konflik adalah dampak lain dari mom shaming. Konflik ini bisa terjadi di dalam rumah tangga akibat gejolak emosi yang dialami ibu korban mom shaming

"Kalau pelaku mom shaming berasal dari keluarga, siapa pun itu, maka bisa memicu konflik dalam keluarga. Sementara kalau yang melakukan mom shaming di luar keluarga, entah netizen atau tetangga, mental ibu juga bisa terdampak dan memicu konflik. Contohnya, jika ibu korban mom shaming down, sering bengong, mudah marah saat diajak ngobrol dengan suami, itu bisa memicu konflik," jelasnya.

Selain itu, mengutip dari laman Choosing Therapy, ibu korban mom shaming dengan kasus berat juga bisa alami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri hingga gangguan citra diri, tidak puas dengan penampilan fisik.

Dampak Fisik Mom Shaming

1. Mudah Sakit

Ketika seorang ibu merasa tak berharga, stres, dan penuh tekanan, kondisi itu bisa memicu tidak nafsu makan. Atau ibu yang dikomentari soal bentuk tubuh usai melahirkan, berupaya keras untuk diet ekstrem. Walhasil, kondisi tubuh tidak prima sehingga mudah sakit. Padahal, kondisi fisk ibu yang prima salah satu elemen penting dalam mengasuh bayi.

2. Produksi ASI Terhambat

Dari sederet penyebab produksi Air Susu Ibu (ASI) terhambat adalah stres, cemas, dan kurangnya bonding dengan anak. 

"Efek mom shaming para ibu sebenarnya banyak berefek ke psikosomatis (bisa ke Psikolog), dan turunannya ialah kondisi ibu berpengaruh yang mengalami mom shaming pada proses menyusui jika masih menyusui, otomatis kan pengaruh ke anak yang jadi terhambat proses penerimaan ASI, belum lagi kalau si ibu jadi tidak nafsu makan, maka akan pengaruh ke gizi si anak," dokter anak Annisa Nur Aini ditemui di Jakarta, pada Rabu, 21 Desember 2022. 

3. Gangguan Makan

Masih mengutip dari laman Choosing Therapy, mengingat ibu korban mom shaming tidak nafsu makan atau menjalani diet ekstrem yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh, jika dibiarkan akan menuju kondisi kurang gizi hingga gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia. Dampak kesehatan fisik ini biasanya muncul akibat mom shaming soal bentuk tubuh usai melahirkan.

SILVY | ECKA PRAMITA | CHOOSING THERAPY | WEB MD

Baca juga: Hari Ibu, Ini 5 Alasan Utama Seseorang menjadi Pelaku Mom Shaming

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."