Tantangan Diet Dewi Sandra, Tergoda Makan Cokelat dan Roti

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Dewi Sandra mengisi acara Ramadhan Gathering bersama Wardah di Jakarta, Rabu, 13 April 2022/Foto: Cantika

Dewi Sandra mengisi acara Ramadhan Gathering bersama Wardah di Jakarta, Rabu, 13 April 2022/Foto: Cantika

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Gaya hidup dan pola makan sehat belakangan ini semakin digandrungi oleh berbagai kalangan. Tak ketinggalan juga para publik figur mulai aware dengan perubahan tubuh yang mereka rasakan. Seperti yang dialami oleh penyanyi dan presenter Dewi Sandra.

Dewi mengatakan mulai menjalani konsultasi diet dengan dokter gizi kisaran dua bulan sebelum bulan Ramadan. "Kan selama pandemi, makanan lebih sering kita temukan, jadi aku mikir harus dibalikin lagi nih pola makan, clean eating, dan real food," ucapnya di Ramadhan Gathering Wardah di Jakarta, Rabu, 13 April 2022. 

Saat itu, lanjut Brand Ambassador brand kosmetik ini mengaku sempat nyaris masuk ke fase obesitas level paling rendah. "Aku sempat di angka 65 kilogram dan sedikit kurang protein. Aku juga termasuk penyuka makanan manis padahal tidak boleh kebanyakan gula kan," lanjut dia.

Meski demikian dalam proses menjalani diet terdapat tantangan yang dirasakan oleh Dewi. Seperti misalnya roti yang tidak direkomendasikan sebagai menu diet baginya.
"Karena roti masuk dalam jenis karbohidrat, jadi diganti makanan lain seperti misalnya shirataki. Karena memang kan kalau roti-roti dalam bentuk pizza enak ya," ucapnya.

Begitu pula dengan godaan cokelat yang dirasakan Dewi sebagai salah satu tantangan. "Belum lagi misal ya dapat kiriman hampers makanan dari teman-teman yang belum pernah aku coba sebelumnya kan bikin penasaran ya. Godaan banget juga," tambah dia.

Baca: Dewi Sandra Ingatkan Makna Bulan Ramadan, Beribadah dengan Jujur dan Pakai Hati

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."