Tukul Arwana Pendarahan Otak, Kenali Gejala dan Penyebabnya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Tukul Arwana. ANTARA/Dewi fajriani

Tukul Arwana. ANTARA/Dewi fajriani

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Presenter dan komedian, Tukul Arwana dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional atau RS PON, kemarin sore karena mengalami pendarahan otak. Kondisi itu adalah salah satu jenis stroke yang juga disebut dengan istilah brain hemorrhage. Ini disebabkan oleh arteri di otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya.

Saat darah dari trauma mengiritasi jaringan otak, itu dapat menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal dengan edema seberal. Darah yang menggenang dan terkumpul menjadi massa yang disebut hematoma. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, dan itu mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak.

Pendarahan dapat terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, antara lapisan penutup otak atau antara tengkorak dan selaput otak. Ada beberapa penyebab pendarahan otak dikutip dari Web MD, Kamis, 23 September 2021

1.  Trauma pada kepala

Cedera menjadi penyebab paling umum dari pendarahan otak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada  mereka yang berusia di bawah 50 tahun.  

2. Aneurisma

Aneurisma merupakan kondisi di mana melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak. Itu bisa pecah dan berdarah ke otak, sehingga menyebabkan stroke. 

3. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi kronis dalam jangka waktu yang lama dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi yang tidak diobati menjadi penyebab utama pendarahan otak yang dapat dicegah.

4. Gangguan kelainan darah

Hemofilia dan anemia sel sabit dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit dan pembekuan darah. Pengencer darah juga merupakan faktor risiko terjadinya pendarahan otak.

 5. Kelainan pembuluh darah

Kelainan pembuluh darah atau yang juga dikenal dengan malformasi arteriovenosa terjadi akibat melemahnya pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak. Kondisi ini muncul saat lahir dan hanya bisa didiagnosis jika gejalanya berkembang.  

Sementara itu, gejala pendarahan otak bisa bermacam-macam. Ini bergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan pendarahan, dan jumlah jaringan yang terkena. Gejala cenderung berkembang secara tiba-tiba dan bisa jadi semakin memburuk berikut di antaranya.

  • Sakit kepala parah tiba-tiba
  • Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya
  • Kelemahan pada lengan atau kaki
  • Mual atau muntah
  • Kewaspadaan berkurang
  • Kelesuan
  • Perubahan penglihatan
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan
  • Kehilangan koordinasi
  • Kehilangan keseimbangan
  • Indera perasa yang tidak normal
  • Hilang kesadaran  

Jika Anda menunjukkan salah satu dari gejala berikut, bisa jadi mengalami pendarahan otak. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa, dan Anda harus segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat. Tetapi perlu diingat juga bahwa banyak dari gejala ini sering disebabkan oleh kondisi selain pendarahan otak.

Lantas bisakah pendarahan otak dicegah? Karena sebagian besar pendarahan otak dikaitkan dengan faktor risiko tertentu, Anda dapat meminimalkan sejumlah risiko. Di antaranya tidak merokok, tidak menggunakan narkoba, mengobati tekanan darah tinggi, berhati-hati dalam berkendara, mengenakan sabuk pengaman dan gunakan helm saat mengendarai motor, serta waspada terhadap penggunaan Coumadin, obat pengencer darah.

Baca juga: Kenali Gejala Tumor Otak, Salah Satunya Sakit Kepala Semakin Memburuk saat Pagi 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."