Sebab Penderita Hipertensi Rentan Terinfeksi COVID-19, Menurut Dokter

Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

kesehatan

Sebab Penderita Hipertensi Rentan Terinfeksi COVID-19, Menurut Dokter

Jumat, 4 Juni 2021 11:46 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pandemi COVID-19 belum berakhir. Kondisi ini membuat kita waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas. Tak hanya itu, bagi sejumlah orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi perlu memperhatikan betul tekanan darahnya sebab bisa rentan terinfeksi COVID-19.

"COVID-19 mudah menyerang orang dengan sistem imun lemah dan tekanan darah yang tinggi terutama kondisi yang menahun akan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi tidak sanggup menghadapi infeksi virus dan akhirnya terkena COVID-19," ujar Badai Bhatara Tiksnadi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, dalam webinar kesehatan, Kamis, 3 Juni 2021.

Badai mengatakan, data Satgas COVID-19 menunjukkan dari sekitar 1400-an pasien COVID-19, sebanyak 50 persen di antaranya mengalami hipertensi. Penyakit terkait tekanan darah di atas 140/90 mmHg ini bahkan menjadi komorbid terbanyak pada kasus COVID-19, diikuti obesitas, diabetes dan penyakit jantung.

Pasien yang tekanan darahnya tidak terkontrol atau tidak diobati akan berisiko mengalami COVID-19 berat dan komplikasi dibandingkan mereka yang terkontrol.

Kemudian, mereka bersama dengan penyandang penyakit jantung, diabetes, masalah ginjal, dan obesitas juga mengalami angka kesakitan dan kematian yang tinggi akibat COVID-19.

"Menurut pemantauan dan data, perburukan sangat cepat itu pada populasi ini. Data dari Cina, sekitar 2,7 kali lipat lebih tinggi (risiko perburukan) pada pasien risiko gemuk, hipertensi dan diabetes. Semakin banyak punya faktor risiko itu kemungkinan kematiannya semakin tinggi, kemungkinan alat bantu napas hingga 2 kali lipat," kata Badai yang merupakan salah satu dokter dari RSUD Dr. Hasan Sadikin, Bandung itu.

Baca juga: Ini Batas Aman Konsumsi MSG bagi Pengidap Hipertensi Menurut Ahli

Lalu apa yang bisa dilakukan bila pasien hipertensi terkena COVID-19? Badai menyarankan mereka tetap meminum obat sesuai petunjuk dokter, mengendalikan penyakit hipertensi mereka dan melakukan protokol kesehatan 5M yakni mengenakan masker, mencuci tangan rutin, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

Terkait vaksin COVID-19, pasien hipertensi boleh divaksin asalkan tekanan darah di bawah 180/110 mmHg, tekanan darah stabil atau terkontrol dan tidak ada keluhan apapun.

Hipertensi, saat tekanan darah di atas 140/90 mmHg awalnya tidak bergejala sehingga terkadang tak disadari. Penyakit ini baru bergejala setelah menyerang organ penting seperti pada otak bila stroke, jantung apabila terkena serangan jantung, dan pembuluh darah yang menyumbat.

Badai mengingatkan Anda agar jangan sampai terkena hipertensi dengan melakukan sejumlah pencegahan salah satunya menerapkan gaya hidup sehat.

"Ini tidak bisa kembali. Makanya mencegah (hipertensi) itu penting dan bukan hanya buat kita, kalau sudah stroke yang menderita anak, keluarga kita. Kalau serangan jantung fatal, tiba-tiba meninggal, siapa yang mencari nafkah. Tolong cegah, cegah, cegah itu sangat penting," pungkasnya.