5 Resep Sambal, Cocolan Makanan Khas Nusantara untuk Kamu Penggemar Pedas

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Sambal biasa disajikan sebagai makanan pelengkap di Indonesia. Foto: Canva

Sambal biasa disajikan sebagai makanan pelengkap di Indonesia. Foto: Canva

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaSambal rasanya tak bisa dilepaskan dari menu makanan kita sehari-hari. Pelengkap makanan khas Nusantara ini dapat kita temukan dalam berbagai sajian. Apapun lauknya, entah goreng-gorengan ataupun sup, sambal tetap tersaji di meja makan. Oleh karena itu, kita bisa menemukan variasi sambal yang sangat beragam di Indonesia. 

Secara umum sambal menggunakan bahan-bahan seperti bawang merah dan putih, cabai, tomat. Bahan pelengkap lain yang biasa digunakan dalam resep sambal adalah terasi, petis udang atau ikan, jeruk limo atau nipis, hingga kelapa. 

Sambal pedas tak hanya nikmat untuk disantap, tapi juga memiliki fungsi yang baik bagi kesehatan tubuh. Cabai yang menjadi bahan dasar sambal memiliki kandungan utama capsaicin yang menjadi sumber penyebab sensasi pedas dan panas di lidah. Capsaicin memiliki segudang manfaat bagi tubuh, termasuk meredakan nyeri, meredakan pilek, hingga meningkatkan metabolisme tubuh.

Buat kamu yang suka makan pedas-pedas, berikut deretan resep sambal khas berbagai wilayah di Nusantara yang bisa kamu coba.

Sambal Embe

Khas Bali

Bahan:

10 butir bawang merah, iris tipis

20 buah cabai rawit merah, iris tipis

10 buah cabai rawit hijau utuh

1 sdt terasi matang

garam secukupnya

5 sdm minyak sayur

1 butir jeruk limo, ambil sarinya

Cara membuat:

1. Panaskan margarin, goreng bawang merah sampai setengah matang. Angkat dan sisihkan.

2. Gunakan sisa minyak. Goreng cabai rawit merah sampai layu. Angkat dan sisihkan.

3. Campurkan dengan bawang merah goreng, cabai rawit hijau, dan terasi. Tambahkan garam dan air jeruk limo. Aduk rata

Sambal Pencit

Khas Jawa Tengah

Bahan:

3 buah mangga muda 

15 buah cabai merah

7 buah cabai merah

7 buah cabai rawit

5 siung bawang merah

1 siung bawang putih

Garam secukupnya

Cara membuat:

1. Kupas mangga muda dan serut kasar.

2. Giling cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan garam sampai halus.

3. Campurkan mangga muda serut dengan hasil gilingan cabai. Aduk rata

Sambal Cengeh 

Khas Lombok, Nusa Tenggara Barat

Bahan:

3 siung bawang putih

3 siung bawang merah

20 buah cabai rawit merah

10 buah cabai rawit hijau

5 buah cabai merah keriting

1 sdt garam

1 sdt gula pasir

Minyak untuk menggoreng

Cara membuat: 

1. Ulek semua cabai dan bawang hingga halus. Masukkan garam dan gula pasir dan ulek kembali.

2. Goreng ulekan sambal hingga kering.

3. Sajikan dengan nasi hangat atau sebagai taburan mie rebus.


Sambal Bawang Asam 

Khas Kalimantan Selantan

Bahan: 

5 buah cabai merah, potong dengan ukuran 2cm

20 buah cabai rawit utuh

10 buah bawang merah ukuran kecil

75 gram asam (rendam dengan 300 ml air panas lalu dinginkan)

½ sdt terasi

½ sdt garam

100 gram gula merah

3 sdm minyak untuk menumis

Cara membuat:

1. Remas-remas asam, saring, lalu sisihkan

2. Tumis bawang merah utuh sampai layu, masukkan air asam, terasi, garam, dan gula. Masak sampai mengental.

3. Tambahkan cabai merah dan rawit, masak hingga matang.

4. Sajikan dengan sayuran, ikan, atau tahu dan tempe

Sambal Kelapa Sangrai

Khas Sumatera Barat

Bahan:

1 buah kelapa tua ukuran kecil, parut

5 buah cabai merah

3 buah bawang merah

1 sdt terasi masak

1 buah jeruk nipis, ambil daging buahnya

1 sdt garam

2 sdm gula merah

Cara membuat:

1. Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan lalu tumbuk halus

2. Haluskan bumbu lainnya dan campurkan dengan parutan kelapa tumbuk

Nah, itu tadi 5 resep sambal dari sejumlah wilayah Nusantara. Kamu bisa menyesuaikan jumlah cabai untuk menentukan tingkat kepedasan yang kamu inginkan. Kamu juga bisa mencoba memadukan sambal-sambal ini dengan makanan khas dari wilayah yang berbeda. Selamat mencoba!

Baca juga: Bosan Sate atau Gulai, Coba Resep Sambal Empal Daging Petai

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."