Dokter Ungkap Kandungan Gizi di dalam ASI Hindmilk, Jangan Dibuang ya, Bu

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi menyusui. MomJunction

Ilustrasi menyusui. MomJunction

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Air Susu Ibu atau ASI terbagi menjadi dua jenis, yaitu foremilk dan hindmilk, atau sering disebut dengan ASI encer dan kental. Selain dari segi tekstur, berbeda pula dari komposisi nutrisinya.

Dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Meta Hanindita, mengatakan, banyak orang berpikir bahwa ASI encer lebih baik dibuang karena yang kental dianggap lebih bagus. 

"Padahal ASI selalu terdiri dari dua bagian yang pertama keluar namanya foremilk, bentuknya lebih encer karena banyak mengandung laktosa yang sangat penting untuk kebutuhan otak anak," ujarnya dalam peluncuran dan bincang buku "Mommyclopedia 456 ASI dan Menyusui" secara daring, Sabtu, 6 Februari 2021. 

Setelah foremilk keluar, akan disusul keluarnya hindmilk yakni bagian ASI yang tinggi lemak. Bagian ASI ini juga sangat penting untuk perkembangan bayi sehingga jangan dibuang. Ini artinya, baik foremilk maupun hindmilk sama pentingnya untuk bayi.

Kemudian, mengenai kuantitas kedua bagian ASI ini, Meta mengatakan ini bisa sangat subjektif. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan data yang memerlukan konsultasi dengan dokter.

Baca juga:

ASI Chelsea Olivia Mampet, Ini yang Dilakukan Glenn Alinskie

"Banyak foremilk-nya terlalu sedikit hindmilk-nya itu sangat subjektif. Makanya objektifnya data. Kalau berat badannya naiknya baik saya rasa enggak perlu ada kekhawatiran," tuturnya.

Meta mengatakan, agar produksi ASI lancar ingatlah prinsip supply and demand. Jadi, semakin sering ASI dikeluarkan, diperah maka akan semakin sering pula ASI diproduksi. Tetapi ada beberapa hal misalnya stres yang bisa menghambat kelancaran aliran ASI. Oleh karena itu, para ibu menyusui sebaiknya mengendalikan stres mereka.

Perhatikan pola makan seimbang artinya harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral melalui makanan sehari-hari yang bervariasi.

Terkait kalori, memang kebutuhan ibu menyusui lebih tinggi ketimbang perempuan yang tidak menyusui demi kualitas ASI. Bayi biasanya membutuhkan 450-500 kilo kalori dan ini bisa dicukupi dari satu porsi makanan sehat. Artinya bila ibu setiap hari makan tiga kali maka bisa menambah satu makan menjadi empat bukannya malah enam.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."