Kriteria Pinjaman Sehat Menurut Ahli, Bukan untuk Gaya Hidup

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Foto ilustrasi pinjaman uang.

Foto ilustrasi pinjaman uang.

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Saat dilanda masalah keuangan atau ada kebutuhan mendesak, sejumlah orang tergoda untuk mengambil pinjaman. Sebelumnya, perhatikan betul kriteria pinjaman sehat agar tak keliru mengambil keputusan dan menambah masalah baru. Apa saja itu?

Berikut kriteria pinjaman sehat menurut perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie yang dituangkan dalam unggahan Instagram-nya pada Rabu 10, Juni 2020 

1. Pembiayaan untuk rumah tinggal

Dengan tingginya harga tempat tinggal, maka apabila menunggu sampai uang tercukupi tentunya agak mustahil. Apalagi harga rumah tinggal kadang naik 10-20 persen setiap tahunnya, tergantung pada lokasi Anda membeli properti.

"Karena pembiayaan untuk menambah aset yang merupakan kebutuhan dasar, maka KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) rumah tinggal utama boleh diambil asalkan sesuai dengan kemampuan finansial," tulisnya.

2. Utang untuk modal usaha

Dengan tambahan modal maka diharapkan penghasilan masa depan lebih besar. Oleh sebab itu, utang yang dibuat untuk penambahan modal masih termasuk ke dalam kategori pinjaman sehat.

"Pastikan pembayaran cicilan pokok beserta biaya harus dilakukan dari omzet usaha, bukan uang rumah tangga," saran Prita.

Baca juga: Cek 4 Hal Penting Ini sebelum Meminjamkan Uang kepada Keluarga

3. Pembelian aset konsumsi untuk jangka waktu 5 tahun

Beberapa pinjaman menawarkan cicilan tetap atau bunga 0 persen untuk pembelian barang-barang tertentu. Apabila Anda menghadapi kondisi alat rumah tangga yang jadi kebutuhan sehari-hari rusak, maka Anda boleh berutang untuk membeli penggantinya jika tidak tersedia dana darurat.

"Namun ingat! Pembelian bukan untuk menambah kenikmatan semata dan cicilan pinjaman harus dalam batasan maksimal 15 persen dari pemasukan," imbau Prita.

4. Komitmen pembayaran cicilan maksimal 30 persen

Pembayaran cicilan pinjaman setiap bulan untuk KPR dan KPA sebaiknya maksimal 30 persen dari penghasilan. Sedangkan, jika utang Anda adalah cicilan kendaraan, cicilan elektronik, dan lainnya maka sebaiknya pembayaran cicilan tidak melebihi 15 persen dari penghasilan.

"Nah, jika Anda punya semua jenis pinjaman, maka pembayaran semua cicilan maksimal banget 35 persen dari penghasilan," ungkapnya.

5. Jumlah pinjaman maksimal 1/2 dari jumlah harta

Menurut Prita, membeli harta dengan bantuan pinjaman boleh saja, asalkan nilai pinjaman hanya maksimal 50 persen dari nilai harta yang dibiayai.

"Itu sebabnya, pinjaman rumah tergolong cukup aman karena nilai rumah terus naik, sedangkan nilai pinjaman terus turun setiap cicilan dibayarkan," tulisnya

6. Bukan dipergunakan untuk gaya hidup

Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, Prita tak menyarankan berutang demi membeli gawai atau menghabiskan waktu di kafe kopi kekinian. Bukannya menambah aset malah menumpuk utang. Ia pun mengingatkan untuk segera melunasi pinjaman untuk gaya hidup. 

EKA WAHYU PRAMITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."