Jawaban Dokter saat Wanita Merasa Sakit Pakai Kontrasepsi IUD

Zaskia Adya Mecca mengumumkan kehamilannya yang kelima. Instagram

kesehatan

Jawaban Dokter saat Wanita Merasa Sakit Pakai Kontrasepsi IUD

Sabtu, 30 Mei 2020 20:00 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Zaskia Adya Mecca mengungkapkan kehamilan kelimanya ini tak direncanakan. Usia kehamilan Zaskia saat ini memasuki 32 minggu atau 8 bulan. Istri Hanung Bramantyo itu awalnya memakai kontrasepsi spiral atau Intrauterine Device (IUD). Namun kontrasepsi itu membuatnya kesakitan.

Alhasil, Zaskia Adya Mecca melepas spiral sementara usai sepakat dengan sang suami. Berbicara soal kontrasepsi IUD, apakah akan menimbulkan rasa sakit seperti yang dialami Zaskia?

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dinda Derdameisya mengatakan, semestinya dengan pemakaian yang tepat dan posisi yang benar, IUD tidak menimbulkan rasa sakit.

"Tapi balik lagi ke efek dan soal sakit atau tidaknya ambang batas seseorang juga berbeda-beda. Jadi sifatnya individual, ada yang merasa sakit dan ada juga yang tidak," tutur Dokter Dinda saat dihubungi Tempo pada Jumat, 29 Mei 2020.

Sementara itu, Head of Program DKT Indonesia Basuki Dwi Harjanto mengatakan sebelum wanita dipasang IUD, tentu saja akan dikonseling terlebih dahulu, termasuk di-screening apakah cocok memakai IUD atau tidak.

Antara lain yang diperiksa adalah apakah perempuan tersebut punya riwayat alergi atau penyakit infeksi panggul. Jika memenuhi persyaratan untuk pasang IUD, maka akan diukur panjangnya rahim.

"Tahap selanjutnya, pengecekan rahimnya normal atau termasuk yang pendek. Banyak jenis IUD yang akan disesuaikan dengan kebutuhan perempuan," tutur Basuki saat dihubungi Tempo pada Jumat, 29 Mei 2020.

Basuki juga menyarankan keputusan pilihan jenis IUD yang cocok untuk seorang perempuan akan sangat berpengaruh pada kenyamanannya.

"Teknik pemasangan yang tepat oleh provider (dokter/bidan) dan rajinnya kontrol  seperti yang dijadwalkan oleh provider adalah cara yang tepat untuk mengurangi kegagalan dan ketidaknyamanan IUD pada perempuan," imbaunya.

EKA WAHYU PRAMITA