Lebih Bingung Termasuk Ciri Penderita Demensia Terinfeksi Corona

Ilustrasi demensia. REUTERS

kesehatan

Lebih Bingung Termasuk Ciri Penderita Demensia Terinfeksi Corona

Rabu, 29 April 2020 11:00 WIB
Reporter : Bisnis.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah pakar maupun jurnal kesehatan menyebut orang tua berusia lebih dari 55 tahun rentan terinfeksi virus corona baru atau COVID-19. Penyebabnya antara lain daya tahan tubuh atau imunitas yang rendah dan adanya penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, ataupun diabetes.

Oleh karena itu, kita sebagai anak harus benar-benar lebih disiplin merawat mereka. Terlebih lagi bagi orang tua yang menderita demensia, penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Penderita demensia berusia di atas 65 tahun rentan terinfeksi COVID-19. Tapi sayangnya, mereka tidak sadar ketika sudah terinfeksi.

Di sini, keluarga menjadi faktor penting untuk mengetahui apakah mereka tertular COVID-19 atau tidak. Menurut Alzheimer's Society, ada gejala yang menunjukkan seseorang dengan demensia terinfeksi COVID-19. Mereka akan mengalami delirium atau kondisi penurunan kesadaran yang bersifat akut dan fluktuatif. Pengidap mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

"Orang itu tiba-tiba akan tampak lebih bingung daripada biasanya, mengantuk, gelisah, atau teralihkan," tulis Alzheimer's Society, dikutip dari Express.co.uk.

Penderita demensia itu juga lupa di mana mereka tinggal dan mungkin berperilaku berbeda. Menurut Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, untuk gejala umum COVID-19, penderita demensia akan mengalami gejala demam dan batuk selama dua minggu. Kerap kali demam lebih cepat mereda sebelum batuk.

NHS menyarankan agar penderita demensia untuk lebih banyak beristirahat, minum parasetamol, dan banyak cairan. Sementara, jika penderita demensia mengalami kesulitan bernapas, yang cenderung membuat cemas dan gelisah, disarankan agar dibantu mendinginkan wajah dengan menggunakan handuk basah, terutama di sekitar hidung dan pipi. Jangan menggunakan kipas karena dapat menyebarkan virus.