6 Gejala Corona dan Saran Penanganan dari Dokter Paru

Petugas Bandara Adisutjipto Yogyakarta membersihkan sejumlah fasilitas di area bandara pada Jumat, 13 Maret 2020 untuk mengantisipasi persebaran virus corona. TEMPO | Muh. Syaifullah

kesehatan

6 Gejala Corona dan Saran Penanganan dari Dokter Paru

Sabtu, 14 Maret 2020 18:10 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Hingga sore ini, berdasarkan data yang diumumkan secara nasional oleh Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto, ada 96 kasus positif virus corona baru atau COVID-19, delapan pasien sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

Kita patut waspada, namun jangan pula gegabah. Sama-sama kita segarkan ingatan informasi seputar COVID-19. Virus ini dapat tertular lewat droplets atau percikan air liur dan batuk dalam jarak kurang dari dua meter.

Virus ini menyerang saluran pernapasan yang bisa menyebabkan pneumonia. Apa itu pneumonia?Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang bisa menyebabkan kematian. Disebut ada beberapa pemicu di antaranya virus, bakteri, dan jamur. Dalam keadaan infeksi akibat ketiganya yang cukup akut bisa menghambat laju oksigen di dalam tubuh.

“Kita tahu paru-paru bekerja dengan cara memasok oksigen ke seluruh tubuh. Saat ada infeksi, kerja paru pun tidak sempurna,” kata Tanaya Bhowmick, asisten profesor di Robert Wood Johnson Medical School, New Jersey, Amerika Serikat, seperti dikutip dari situs Health. Lalu apa saja gejala yang mengindikasikan seseorang terpapar COVID-19?

Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan, berikut gejala corona

1. Demam

Waspada terhadap demam dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Kondisi ini bisa mengindikasikan seseorang terkena COVID-19.

2. Batuk pilek

Penderita merasa demam diikuti batuk pilek.

3. Sakit tenggorokan

Sejumlah penderita juga mengalami batuk kering

4. Gangguan pernapasan

Setelah satu minggu, napas pasien akan tersengal-sengal atau sesak napas.

5. Letih

Virus corona yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, ini mengakibatkan penderita sering merasa letih.

6. Riwayat pasien

Pasien punya riwayat kontak dengan pasien COVID-19 atau bepergian ke daerah terjangkit.

Bila mengalami gejala tersebut, Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Diah Handayani mengimbau segera memeriksakan diri ke dokter. "Jangan meludah dan membuang dahak sembarangan, serta hindari kerumunan," kata ia.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah, Ikhsan Mokoagow mengatakan positif atau negatifnya seseorang dari infeksi virus corona baru ini hanya bisa dideteksi dengan uji laboratorium. Caranya, petugas laboratorium akan mengambil sampel darah, swab tenggorokan, atau dahak.

Ahli pulmonologi Jaka Pradipta mengataka, jika pada pemeriksaan pertama pasien dinyatakan negatif COVID-19, uji laboratorium tersebut bisa diulang kembali 24 jam berikutnya. "Bila hasilnya kembali negatif, maka pasien bisa dikeluarkan dari pengawasan," ujar ia.

Bila Anda atau di sekitar Anda merasakan gejala di atas, segera konsultasi ke dokter. Tidak perlu malu atau menutupinya, demi kesehatan Anda dan orang-orang di sekitar.  

Ladies, selalu manfaatkan informasi dari ahli di bidangnya. Semoga kita sehat selalu.

Artikel diperbarui Sabtu, 14 Maret 2020 pukul 18.36 memperbarui rincian kasus virus corona