Khawatir, Hampir Separuh Perempuan Indonesia Alami Body Shaming

Ilustrasi body shaming. shutterstock.com

ragam

Khawatir, Hampir Separuh Perempuan Indonesia Alami Body Shaming

Sabtu, 8 Februari 2020 14:00 WIB
Reporter : Bisnis.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Komentar negatif terhadap fisik seseorang atau body shaming kian marak terjadi di media sosial ataupun percakapan sehari-hari. Body shaming lebih sering dialami oleh perempuan, dan dampaknya cukup besar pada psikis si perempuan tersebut. Mulai dari merasakan malu, tidak percaya diri, tertekan, hingga stres berlebihan.

Menurut survei yang dilakukan Zap Clinic dalam Zap Beauty Index 2020, dipaparkan bahwa hampir separuh wanita Indonesia atau 40,7 persen mengalami body shaming dengan alasan utama tubuh yang dianggap terlalu berisi.

Sementara itu, sebanyak 36,4 persen wanita mengalami body shaming karena kulit yang berjerawat.

Sebanyak 28,1 persen wanita berkata hal tersebut dialami mereka karena bentuk wajah yang tembam. Berbeda dengan Gen X dan Gen Y yang kebanyakan mengalami body shaming karena tubuh yang berisi, masalah utama Gen Z adalah lebih kepada kulit yang berjerawat 42,6 persen.

Body shaming sulit dihindari karena ekspektasi sosial terkait kecantikan perempuan yang cenderung berlebihan. Faktanya, lebih dari separuh wanita Indonesia atau sekitar 62,2 persen mengaku pernah menjadi korban body shaming selama hidupnya.

Perempuan dari kalangan milenial (1981-1996) dan Gen Z (1995-2012) cenderung lebih banyak mengalami body shaming dibandingkan dengan Gen X (1961-1981). Angkanya mencapai sebesar 67,8 persen dan 62,2 persen.

Body shaming memang tidak seharusnya terjadi pada siapa pun, namun sayangnya, ada standar-standar kecantikan yang bilamana tidak terpenuhi oleh seorang wanita, maka ia harus menanggung kritikan pedas terhadap penampilannya tersebut.