Lebih Sehat Kuning Telur Pucat atau Pekat?

Ilustrasi puth dan kuning telur. (Pixabay/Ponce_Photography)

kesehatan

Lebih Sehat Kuning Telur Pucat atau Pekat?

Selasa, 15 Oktober 2019 11:00 WIB
Reporter : Non Koresponden Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Telur salah satu jenis bahan makanan yang banyak penggemarnya. Selain harganyat terjangkau, mudah diolah dan mengandung gizi tinggi. Sumber utama gizinya ada pada kuningnya yang mengandung lemak, kalori, vitamin, dan mineral. Bicara kuning telur, kita bisa menemukan kuning telur berwarna kuning pucat dan oranye pekat. Manakah yang lebih baik? 

Warna kuning telur sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kualitas atau rasa telur, walaupun kuning telur dari warna yang berbeda mungkin memiliki konsentrasi mikronutrien yang berbeda pula.

Warna kuning telur itu pada dasarnya tergantung sepenuhnya pada makanan ayam. Selain itu, ada senyawa tertentu yang juga ditemukan dalam makanan yang mempengaruhi warna kuning telur.

Melansir laman Healthline, pertama, kuning telur yang berwarna oranye tua biasanya didapatkan dari ayam yang dipelihara di padang rumput. Di sana, ayam-ayam betina hidup dengan diet sehat dan seimbang.

Ayam betina yang dibesarkan di padang rumput bisa berkeliaran di atas rumput yang luas di mana makanan mereka dilengkapi dengan rumput segar dan makanan omnivora bergizi, seperti cacing, kumbang, belalang, dan laba-laba. Diet ini kaya akan karotenoid yang memberi organisme hidup warna merah atau oranye. Oleh karena itu, hal ini memengaruhi warna kuning telur menjadi oranye gelap.

ilustrasi telur asin (pixabay.com)

Kedua, kuning telur berwarna oranye muda menuju kuning. Ayam betina yang dibesarkan dengan diet vegetarian bertelur dengan kuning telur berwarna lebih terang. Ayam tersebut diberi makan makanan seperti jagung, alfalfa, dan kacang-kacangan. Semua bahan pakan tersebut kaya akan pigmen yang disebut xanthophylls. Pigmen ini bertanggung jawab untuk memberi warna kuning. Ini adalah warna kuning telur yang paling umum.

Ketiga, kuning telur berwarna kuning pucat. Ayam yang diberi makan dengan pakan yang rendah xantofil-seperti gandum, tepung jagung putih, atau barley- biasanya akan bertelur dengan kuning pucat, bahkan dalam beberapa kasus kuning telur berwarna putih.

Dari ketiga warna di atas, diketahui bahwa ayam yang diberi makan makanan yang lebih bergizi tidak hanya bertelur dengan kuning telur yang berwarna lebih gelap, tetapi ukuran telurnya juga akan lebih besar.

Dalam hal gizi, telur dengan kuning lebih gelap terbukti mengandung kadar vitamin A dan C, serta asam lemak omega yang lebih tinggi. Namun, walaupun komposisi makronutriennya sama untuk telur dengan warna kuning telur yang berbeda, Anda juga harus memperhitungkan ukuran telur. Telur yang lebih besar tentu akan mengandung lebih banyak gizi, karena konsentrasi albumin dan kuning telur yang lebih banyak pula.

Berbeda dengan warna kuning telur, warna kulit telur tidak tergantung pada diet ayam. Pada dasarnya, warna kulit telur itu tergantung pada jenis dan warna induk ayam. Ayam dengan bulu putih bertelur dengan cangkang putih. Sedangkan ayam dengan bulu merah akan bertelur dengan cangkang berwarna coklat.

Kesimpulannya, apa yang dimakan ayam itulah yang menjadi bagian telurnya. Selain itu, lebih bergizi pakan ayam, semakin gelap pula warna kuning telurnya. Tapi, cara Anda mengolah telur akan mempengaruhi kandungan gizinya. 

GALUH PUTRI RIYANTO