Orang Tua Mengawasi Anak Berlebihan, Ini 6 Dampak Negatifnya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa orang tua mungkin merasa khawatir memikirkan anak Anda melakukan kesalahan pada pekerjaan rumahnya, atau Anda takut anak dia tidak akan membuat keputusan yang baik. Hal ini tentu akan sulit memberikan kebebasan kepada anak jika Anda termasuk orang tua yang senang mengontrol atau control freak.

Baca juga: Perlunya Campur Tangan Orang Tua kala Anak Alami Pubertas Dini

Meskipun tidak sehat untuk menjadi orang tua yang mudah dipengaruhi, menjadi orang yang suka mengontrol juga sama-sama bermasalah. Melansir laman Very Well Family, menjadi orang tua yang senang mengatur segala aktivitas anak dapat memiliki konsekuensi negatif pada anak-anak berikut ini.

#1. Anda menyebabkan anak-anal lelah tanpa alasan nyata
Orang tua
yang bersikeras memiliki kontrol yang tinggi terhadap anak-anak mereka sering membuat mereka terlibat dalam banyak kegiatan terstruktur. Dari pelajaran biola hingga latihan sepak bola, mereka percaya anak-anak mereka mendapatkan keunggulan kompetitif.

Tetapi sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Child and Family Studies menemukan bahwa mendaftarkan anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler tidak membuat mereka lebih bahagia, lebih sehat, atau lebih sukses. Jadi, bergegas dari satu aktivitas ke aktivitas lain mungkin melelahkan anak Anda — dan menguras rekening bank Anda — tanpa alasan yang jelas.

#2. Tidak Akan Ada Konsekuensi Alami
Jika di luar dingin dan Anda membuat anak Anda yang berusia 14 tahun memakai jaket, dia tidak akan tahu apa yang terjadi ketika dia tidak mengenakannya. Jika Anda selalu melangkah untuk mencegah pertengkaran di antara anak-anak, mereka tidak akan belajar bagaimana menyelesaikan masalah sendiri.

Biarkan anak-anak Anda menghadapi konsekuensi alami ketika aman untuk melakukannya. Itu berarti Anda harus mentolerir anak Anda melakukan kesalahan atau melakukan hal-hal yang tidak akan Anda lakukan. Menyerahkan kendali bisa sulit ketika Anda tidak terbiasa melepaskannya.

#3. Menghambat kreativitas anak
Meskipun ada banyak cara untuk memecahkan satu masalah, jika Anda seorang pengontrol, Anda akan mencegah semua jenis kreativitas. Ingatkan diri sendiri bahwa anak Anda mungkin memiliki cara berbeda untuk menyelesaikan masalah, dan itu mungkin tidak selalu salah. Hampir setiap masalah memiliki banyak solusi. Bersedialah untuk membiarkan anak Anda menjelajah, belajar, dan melakukan upaya berulang untuk memecahkan masalah sebelum Anda masuk dan katakan padanya "bagaimana cara melakukannya dengan benar."

#4. Anak-anak Mengalami Kecemasan
Kebanyakan orang berperilaku seperti orang-orang aneh yang mengendalikan karena mereka merasa cemas ketika mereka merasa seolah-olah tidak memegang kendali. Mereka berpikir, "Jika saya tidak mengendalikan semuanya, sesuatu yang buruk akan terjadi." Namun, anak-anak tanggap, dan mereka akan segera mengatasi kecemasan Anda.

Orangtua yang gelisah memiliki anak-anak yang gelisah. Jadi, penting untuk mengenali bagaimana kecemasan Anda dapat menghalangi pengasuhan yang sehat. Alih-alih terus-menerus memikirkan semua hal buruk yang bisa terjadi, berusahalah memberi anak Anda kebebasan untuk menjadi anak-anak.

#5. Anak-anak takut berbuat kesalahan
Jika Anda terus memantau setiap gerakan anak Anda, ia kemungkinan akan takut melakukan kesalahan. Dan sayangnya, kesalahan bisa menjadi alat pengajaran yang hebat dan mereka dapat membantu anak-anak belajar bagaimana menghadapi kegagalan.

Tetapi jika Anda enggan menyerahkan kendali yang cukup sehingga anak Anda akan dapat melakukan kesalahan, ia kemungkinan akan berpikir bahwa kesalahan itu buruk dan ia mungkin mencoba untuk menutupi kesalahan yang ia lakukan.

Ajari anak Anda bahwa kesalahan itu baik-baik saja. Juga, bicarakan tentang pentingnya menerima tanggung jawab atas perilakunya dan tunjukkan kepadanya bahwa setiap orang terkadang melakukan kesalahan.

Baca juga: Dampak Negatif Orang Tua Overparenting pada Anak

#6. Masalah Kesehatan Mental Dapat Meningkat
Anak-anak yang memiliki orangtua yang senang mengendalikan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan mental tertentu. Depresi dan kecemasan dapat terjadi ketika orang tua menuntut kepatuhan dan anak-anak tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri.

Jika menyadari bahwa Anda mencoba mengendalikan segalanya, tanyakan pada diri sendiri apa yang lebih penting, kekacauan yang akan ditinggalkan oleh anak Anda bermain dengan lem, atau kesehatan mentalnya secara keseluruhan? Kadang-kadang melepaskan dan memberi anak Anda kebebasan untuk bermain bisa baik bukan hanya untuknya, tetapi juga untuk Anda.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."