10 Cara Ibu Bekerja Membagi Waktu dengan Keluarga

Reporter: Cantika.com
Editor: Yunia Pratiwi
Minggu, 26 Mei 2019 10:41 WIB
10 Cara Ibu Bekerja Membagi Waktu dengan Keluarga

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibu bekerja membutuhkan keseimbangan yang ideal antara kehidupan kerja dan keluarga. Tak sedikit ibu bekerja yang memiliki rasa bersalah dan stres karena perhatian antara pekerjaan dan keluarga terpecah.

Baca juga: Mana Lebih Bahagia dan Sehat, Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga

Kuncinya adalah fokus pada sebuah rencana, terorganisir, dan temukan keseimbangan yang tepat antara pekerjaan dan keluarga. Melansir laman Parents, berikut adalah 10 cara untuk memastikan karir dan keluarga Anda berkembang.

#1. Lepaskan rasa bersalah
Alih-alih memikirkan bagaimana Anda tidak bersama anak, pikirkan bagaimana peran Anda di perusahaan dapat menguntungkan keluarga. Misalnya untuk keperluan pendidikan anak-anak, atau tabungan untuk kuliah. "Ibu karir yang paling sukses telah menemukan cara untuk menjadi efisien di kedua dunia - dan itu membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan pilihan dan fokus pada prioritas yang ada pada saat ini," kata Lisa Pierson Weinberger, seorang pengacara dan pendiri praktik hukum Mom, Esq.

#2. Mencari pengasuh anak atau tempat penitipan anak yang erkualitas
Mintalah referensi dari teman dan keluarga untuk mencari pengasuh bayi, pengasuh anak, dan pusat penitipan anak. Buat daftar kriteria yang penting dan kemudian jadwalkan waktu untuk mencari penyedia layanan penitipan anak yang lebih baik. Sharon Tepper, presiden Brownstone Nannies, Inc., merekomendasikan untuk mempekerjakan pengasuh anak dengan sejarah komitmen jangka panjang dengan  keluarga. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang sangat baik dan dapat beradaptasi dengan berbagai kelompok usia, merawat bayi baru lahir dan anak-anak yang lebih tua yang membutuhkan bantuan pekerjaan rumah.

Sementara tempat penitipan anak yang baik harus memiliki pengalaman yang luas, referensi yang bagus, dan catatan untuk membuktikannya. Fasilitas penitipan anak yang baik harus memiliki jam kerja yang fleksibel, rasio guru-ke-siswa yang rendah, ruang terbuka, lisensi terbaru, dan latar belakang karyawan yang baik.

#3. Persiapkan kebutuhan harian dengan baik
Sebelum bekerja, situasi pagi di rumah sangat sibuk. Anda harus membuat makan siang untuk anak di sekolah, mengatur baju, menyiapkan sarapan pagi, merapikan tas popok, dan sebagainya. Buat daftar tugas dan bagi jadwal, tentukan Anda atau sang ayah yang memakaian baju pada anak, belilah makanan belanjaan yang dibutuhkan, dan masak makanannya. Ini juga saat yang tepat untuk mendiskusikan perubahan jadwal keluarga. Mengetahui bahwa banyak tugas biasa selesai akan memungkinkan Anda menghabiskan beberapa menit untuk sarapan pagi bersama anak-anak tanpa bergegas keluar rumah.

#4. Buat dan atur hari untuk keluarga
Fran Durekas, Pendiri dan Chief Development Officer for Children’s Creative Learning Center, menyarankan agar sisihkan waktu 15 menit setiap hari Minggu untuk meninjau dan mempersiapkan jadwal minggu yang akan datang. Keluarga harus berbagi kalender dengan pengasuh atau pengasuh mereka. Tetap terorganisir juga tentang memiliki lingkungan yang bersih.

#5. Komunikasikan dengan atasan
Sebelum berbicara dengan atasan atau perwakilan SDM, buatlah rencana tertulis yang merinci apa yang Anda butuhkan. Setiap atasan berbeda, dan hanya Anda yang tahu berapa banyak untuk berbagi, tapi cobalah bersikap terbuka dan jujur. Bersiaplah untuk menyajikan solusi alternatif, seperti masa percobaan dari jadwal kerja yang diproyeksikan sehingga Anda dapat menunjukkan bagaimana pengaturan tersebut tidak akan membatasi produktivitas. Ibu yang akan cuti hamil juga dapat mengajukan pertannyaan seperti "Berapa lama saya bisa cuti?" dan "Berapa banyak waktu yang akan dibayar?"

Selanjutnya... Menjaga komunikasi

#6. Tetap berkomunikasi sepanjang hari

Tetap terhubung dengan anak-anak Anda bahkan saat Anda tidak bersama. Untuk ibu bekerja dengan anak-anak yang lebih muda, pertimbangkan untuk merekam diri Anda berbicara atau bernyanyi di video atau merekam suara Anda membaca buku anak-anak. Jika Anda akan berhalangan atau terlambat menghadiri acara anak yang lebih tua, berikan sesuatu yang istimewa di pagi hari, hadiah kecil atau ucapan selamat. Gantung foto Anda, pasangan serta anak-anak di tempat kerja. Saat istirahat teleponlah mereka. Mendengar suaranya bisa membantu Anda melewati hari yang berat, dan dia akan terhibur juga.

#7. Batasi gangguan dan waktu
Jadilah disiplin dan tetapkan batas waktu saat mengecek email atau menelepon dapat dilakuakn saat anak-anak tidur. Kurangi menonton TV sekali seminggu untuk memaksimalkan waktu bersama pasangan Anda selama malam hari. Usahakan untuk menghindari melakukan banyak aktivitas secara bersamaan, terutama saat menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda. Di tempat kerja Anda, cobalah untuk tidak membuang-buang waktu. Fokus pada tugas Anda di tempat kerja dan berbicara dengan rekan kerja saat istirahat atau makan siang.

#8. Ciptakan kegiatan khusus keluarga
Membuat waktu untuk anak-anak Anda sangat penting, baik selama hari kerja maupun di akhir pekan, untuk menumbuhkan dinamika keluarga Anda dan membiarkan semua orang terikat. Jika mempunyai aktivitas yang padat, manfaatkan waktu sarapan keluarga atau makan malam. Saat bersama keluarga hindari membicarakan pekerjaan atau memeriksa telepon Anda. Sebagai gantinya, fokuskan pada minat anak-anak Anda. Dengan anak yang lebih besar, mintalah saran aktivitas mereka dan cobalah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada akhirnya, tidak masalah apa yang Anda lakukan selama Anda melakukannya bersama.

#9. Luangkan waktu bersama pasangan
Ingatlah untuk memelihara hubungan dengan pasangan Anda, yang selalu menjadi orang nomor satu di sisi Anda. Mulailah dengan kencan bulanan. Seringkali, jika Anda sibuk dengan pekerjaan dan rumah, pasangan Anda adalah orang pertama yang terbengkalai. Bagi beberapa pasangan, kencan secara bulanan bisa sulit dan mahal, tapi itu tidak berarti Anda tidak bisa saling fokus. Anda dapat makan malam di rumah dengan memasak makanan yang elegan bersama atau bahkan duduk bersama dengan segelas anggur dan berbicara tapi bukan tentang pekerjaan atau anak-anak.

#10. Luangkan waktu untuk diri Anda
Dengan mengatur waktu dengan bijak, Anda akan mendapatkan ‘me-time’ yang berharga secara rutin. Istirahat yang menyegarkan akan membantu Anda mengisi ulang saat merawat kebutuhan pribadi. Seperti membaca buku sebelum tidur, mandi busa seminggu sekali, atau manjakan diri Anda di spa. Isi waktu dengan berolahraga (seperti kelas yoga) atau fokus pada hobi.