Cara Tepat Supaya Anak Suka Makan Sayur

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Salah satu cara supaya anak suka makan sayur adalah dengan menyelipkan sayuran sebagai tambahan bahan makanan olahan. Misalnya menambahkan wortel di dalam nuget ayam atau bayam di dalam adonan mi. Namun ternyata cara ini belum tepat untuk membuat membuat anak suka makan sayur.

Baca juga: 3 Cara Menerapkan Kebiasaan Makan yang Baik pada Anak

Para pakar menyebutkan, di luar fakta bahwa banyak makanan atau produk camilan anak yang berhasil membuat anak mengonsumsi sayuran, strategi ini seolah mengasumsikan bahwa anak-anak tidak akan bisa memakan sayuran dalam bentuk asli. Bahayanya, orang tua bisa terus bergantung pada produk-produk semacam itu agar anak mereka mengonsumsi sayuran.

Cara ini akan membuat anak semakin enggan memakan sayuran dalam bentuk aslinya. “Jika anak-anak tidak diberi kesempatan untuk benar-benar merasakan pengalaman memakan sayuran--dengan melihat bagaimana tampilannya, rasanya, teksturnya--maka mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk melatih selera mereka,” kata Dr. Natalie Muth, dokter anak di Carlsbad, California, Amerika Serikat dan juru bicara Akademi Pediatri Amerika.

Natalie Muth menekankan, tujuan dari memberikan menu makan sehat pada anak bukan hanya agar anak mendapat asupan sehat. “Tujuan dari meningkatkan kebiasaan makan sehat adalah untuk membantu anak-anak belajar menyukai dan lebih menyukai makanan sehat," urai Natalie Muth.

Untuk membangun kebiasaan itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkenalkan kepada anak seperti apa bentuk dan rasa sayur-sayuran dalam bentuk yang sesungguhnya. Jangan menyerah jika anak menolak memakan satu jenis sayuran pada percobaan pertama. Anda perlu menguji berulang-ulang kali sebelum menyimpulkan bahwa anak benar-benar tidak menyukai satu jenis sayuran.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."