Jangan Takut Anak Alergi karena Makan Kacang, Ini Kata Pakar

Ilustrasi Bayi Makan. vividbaby.com

keluarga

Jangan Takut Anak Alergi karena Makan Kacang, Ini Kata Pakar

Rabu, 20 Maret 2019 15:34 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Pada tahun 2000, Akademi Pediatrik Amerika (AAP) merekomendasikan untuk menunda pemberian makanan pencetus alergi setidaknya hingga anak berusia setahun. Kini, panduan tersebut tidak berlaku lagi. Pada Senin, 18 Maret 2019, AAP mempublikasikan panduan terbaru mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk mencegah alergi makanan dan kondisi alergi lain pada anak.

Dalam panduan terbaru tersebut, AAP secara garis besar terus mendorong kebebasan kepada orang tua untuk memperkenalkan makanan-makanan yang dikenal sebagai pemicu alergi, seperti kacang-kacangan, ikan, telur, dan susu, sedini mungkin.

Baca juga:3 Cara Cepat Atasi Alergi Makanan Laut tanpa Obat

“Tidak ada bukti meyakinkan bahwa menunda pengenalan makanan pencetus alergi di usia antara empat hingga enam bulan dapat mencegah alergi makanan,” ungkap laporan yang dirilis AAP.

Sebaliknya, AAP justru melihat bahwa pengenalan kacang-kacangan sejak dini justru dapat mencegah meningkatnya alergi pada anak yang memiliki risiko alergi tinggi, misalnya mereka yang mempunyai riwayat keturunan alergi pada orang tua.

Ilustrasi bayi makan MPASI (pixabay.com)

“Tidak ada alasan untuk menunda memberikan bayi makanan yang dianggap sebagai alergen, seperti produk kacang tanah, telur, atau ikan,” kata Dr. Scott Sicherer, professor pediatrik dan spesialis alergi anak asal New York, Amerika Serikat, yang juga salah satu penulis laporan tersebut.

“Makanan-makanan ini bisa ditambahkan ke dalam menu makanan awal, sama seperti makanan yang bukan alergen umum, seperti nasi, buah-buahan, atau sayuran,” lanjut Sicherer.

Artikel lain:Berbagai Tanda Anda Alergi Lipstik

Saluran pencernaan adalah rumah bagi satu set sel sistem kekebalan yang unik dan ketika sel-sel ini diberi rasa protein alergenik dalam makanan yang berbeda, mereka mengambil protein ini dan menjadi toleran terhadapnya. David Stukus, seorang profesor pediatri di Divisi Alergi dan Imunologi di Rumah Sakit Anak Nationwide, yang tidak terlibat pada penelitian AAP mengatakan itu benar dengan catatan, “Selama itu diperkenalkan awal dan secara berkelanjutan.”

Ini berarti ada jendela waktu yang kritis kapan makanan ini boleh diperkenalkan sehingga menyebabkan tubuh menjadi toleran. Menurut Stukus, pemberian makanan alergenik di usia empat hingga enam bulan merupakan masa yang efektif untuk mencegah dan menurunkan risiko alergi pada anak.

AURA