Cinta Laura Buktikan Vaksinasi HPV Bukan Hal Tabu

Reporter: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Yunia Pratiwi
Kamis, 14 Maret 2019 08:00 WIB
Cinta Laura Buktikan Vaksinasi HPV Bukan Hal Tabu

CANTIKA.COM, Jakarta - Kanker serviks adalah kanker satu-satunya yang bisa dicegah, dengan melakukan vaksinasi HPV. Namun sayangnya masih banyak perempuan di Indonesia yang tidak tahu mengenai pencegahan ini. Vaksinasi HPV juga masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu, karena dihubungkan dengan seseorang yang telah melakukan hubungan seksual.

Baca juga: 3 Persepsi yang Salah tentang Vaksinasi HPV

Cinta Laura Kiehl, sebagai seorang figur publik, ingin membuktikan kalau vaksinasi HPV bukanlah suatu hal yang tabu. “Kalau dulu wanita ke dokter kandungan itu tabu, dan itu tidak benar. Wanita memiliki hak untuk menjaga diri sendiri dengan menjaga kesehatannya,” tutur Cinta Laura di acara Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) di Plaza Indonesia, Rabu 13 Maret 2019.

Cinta Laura Kiehl saat melakukan vaksinasi HPV di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu 12 Maret 2019. TEMPO/Astari P Sarosa

Vaksinasi HPV sebenarnya dianjurkan untuk semua perempuan dari usia 9 tahun, karena memiliki respon imun yang baik. Di acara KICKS ini, Cinta Laura pun melakukan vaksinasi HPV di hadapan awak media. “Aku ingin memberikan contoh ke wanita Indonesia kalau vaksinasi HPV itu penting banget dan bukan suatu hal yang tabu. Lebih baik mencegah daripada terlambat,” lanjut Cinta Laura.

Wanita kelahiran 17 Agustus 1993 ini mengatakan kalau dia sudah ingin melakukan vaksinasi HPV dari 4 tahun yang lalu, namun masih terlalu sibuk. Karena itu, dia memilih untuk melakukan vaksinasi ini bersama KICKS dan mendorong semua wanita untuk melakukan vaksinasi HPV.

Cinta Laura mengingatkan kalau semua wanita walaupun belum menikah atau belum melakukan hubungan seksual seharusnya tidak merasa takut untuk pergi ke dokter kandungan. Karena bukan hanya mengenai hubungan seksual, mengunjungi dokter kandungan adalah cara untuk menjaga kesehatan dan menghindari penyakit yang bisa dihindari. Semua wanita memiliki hak untuk mengecek kesehatan mereka tanpa merasa akan dihakimi.