Cegah Kanker Serviks, Dokter Ungkap Waktu Terbaik Beri Vaksin HPV

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi Kanker Serviks. Cancerbox.org

Ilustrasi Kanker Serviks. Cancerbox.org

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, yang sebaiknya diberikan sebelum perempuan aktif secara seksual.

"Sekarang bisa mulai dari umur 9 tahun," kata dr.Venita dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Venita menyarankan vaksin tersebut diberikan sedini mungkin agar perlindungan dapat bekerja secara maksimal. Menurutnya, tidak perlu menunggu menikah atau berusia 40 tahun untuk mendapatkan vaksin HPV.

Baca juga:
Bingung soal Vaksin HPV untuk Kanker Serviks, Cek Penjelasannya

Prinsip vaksinasi HPV ini mirip dengan imunisasi bayi untuk mencegah penyakit. Venita menjelaskan imunisasi tubuh ketika berusia 9 hingga 13 tahun lebih baik daripada usia di atasnya untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Jika diberikan di usia tersebut, vaksin hanya cukup diulangi sebanyak dua kali. Jika usia di atas 13 tahun, vaksin akan diulangi hingga tiga kali.

"Usia tersebut belum terpapar risiko," kata Venita.

Meskipun lebih baik diberikan sebelum menikah atau sebelum aktif secara seksual, tidak berarti pemberian vaksin tergolong terlambat jika sudah menikah. Vaksin HPV tetap bisa diberikan kepada perempuan yang sudah menikah setelah menjalani pemeriksaan.

Venita mengingatkan vaksin HPV tidak bisa diberikan pada perempuan yang sedang hamil. Menurutnya, semua perempuan, terlepas dari usia, berisiko terkena kanker serviks sehingga memerlukan vaksin HPV.

Meskipun begitu, Venita mengakui masih ada perempuan yang belum menyadari perlunya vaksin ini karena tidak merasa berisiko terkena kanker serviks. Selain itu, banyak juga yang tidak tahu bahwa kanker serviks dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Artikel lain:
4 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."