Cara Susan Bachtiar Ajarkan Anak Bicara 3 Bahasa

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Susan Bachtiar berjalan diatas catwalk dalam Fashion Nation Tenth Edition 10 Iconic Women di Senayan City, Jakarta, 20 April 2016. The Iconic Women sekaligus memperingati hari Kartini memberikan penghargaan kepada 10 kartini masa kini. TEMPO/Nurdiansah

Susan Bachtiar berjalan diatas catwalk dalam Fashion Nation Tenth Edition 10 Iconic Women di Senayan City, Jakarta, 20 April 2016. The Iconic Women sekaligus memperingati hari Kartini memberikan penghargaan kepada 10 kartini masa kini. TEMPO/Nurdiansah

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Susan Bachtiar memiliki anak semata wayang, Tristan Van Tongeren yang sudah menguasai tiga bahasa. Lantaran menikah dengan pria asal Belanda, Roger van Tongeren, Susan Bachtiar mengajarkan Tristan tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Belanda.

Baca juga: Susan Bachtiar Bisa Mengulik Perasaan Anak lewat Mendongeng

Susan Bachtiar mengatakan tak mudah mengajarkan anak tiga bahasa sekaligus, terlebih Tristan mulai mempelajarinya sejak mulai belajar bicara. Awalnya, menurut Susan, Tristan malah memiliki masalah speech delay atau terlambat bicara.

Susan Bachtiar mengatakan Tristan terlambat bicara karena diajarkan tiga bahasa sejak kecil. Susan menyadari kalau dia harus mengajarkan anaknya satu bahasa dulu, lalu belajar bahasa lain sedikit demi sedikit.

"Karena dia memiliki masalah speech delay, kami konsentrasi ke satu bahasa, yaitu bahasa Inggris," ucap Susan Bachtiar di Jakarta Pusat, Kamis 13 Desember 2018. Bahasa Inggris dipilih supaya netral sekaligus adil kepada diri sendiri dan suaminya. Sebab, bahasa Indonesia adalah bahasa asal Susan, sedangkan bahasa Belanda adalah bahasa ibu suaminya.

Susan Bachtiar. Instagram.com

Sekarang Tristan Van Tongeren sudah berusia 6 tahun. Susan Bachtiar mulai mengajarkannya bahasa bahasa Indonesia, terutama ketika berbicara dengan asisten rumah tangga dan sopir. "Saya juga suka membacakan buku yang saya tulis karena terinspirasi dari anak saya dan buku itu menggunakan bahasa Indonesia," kata Susan.

Tristan kini sudah mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sambil jalan, Tristan juga mulai belajar bahasa Belanda.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Artikel lainnya:
Susan Bachtiar Bagi Waktu Keluarga dan Kerja dengan Satu Kata

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."