Anak Elvy Sukaesih, Dhawiya Pakai Sabu Buat Diet, Ini Faktanya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ekspresi artis Dhawiyah Zaida saat mengikuti persidangan kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 17 Juli 2018. Dhawiya dan kekasihnya, Muhammad, kembali menjalani sidang yang beragenda mendengarkan keterangan saksi. TEMPO/Nurdiansah

Ekspresi artis Dhawiyah Zaida saat mengikuti persidangan kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 17 Juli 2018. Dhawiya dan kekasihnya, Muhammad, kembali menjalani sidang yang beragenda mendengarkan keterangan saksi. TEMPO/Nurdiansah

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Putri dari Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida ditahan Direktorat Narkoba Polda Metro karena terjerat kasus penyalahgunaan narkoba sejak Februari 2018. Dhawiya baru-baru ini mengaku menggunakan narkoba jenis sabu untuk menguruskan badan. Apakah benar sabu bisa menjadi obat diet?

Baca juga:
Kasus Anak Elvy Sukaesih, Cegah Pemakaian Narkoba sejak Dini
Kasus Dhawiya Elvy Sukaesih, 3 Langkah Jika Anak Kena Narkoba

Sabu memiliki nama lain metamfetamina atau metamfetamin alias met. Ini merupakan obat psikotimulansia dan simpatomik yang digunakan dengan cara diisap lewat pipa. Sebuah penelitian pada 2011 dari Burnet Institute of Medical Research di Australia menemukan 30 persen dari pecandu narkotika perempuan menggunakan sabu sebagai obat untuk menurunkan berat badan.

Bahkan, methamphetamine telah diresepkan oleh dokter sebagai penurunan berat badan sejak tahun 1970-an dan masih diresepkan untuk pengobatan Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD dan obesitas dalam bentuk obat Desoxyn (methamphetamine hydrochloride) di Amerika Serikat.

Methamphetamine adalah kelas zat yang berfungsi sebagai stimulan, yang dapat meningkatkan stamina sekaligus mengurangi nafsu makan. Zat dalam obat ini akan membuat hormon serotin dan endorfin meningkat sehingga pemakaianya merasa bahagia, lupa diri, dan tidak ingin makan. Inilah yang kemudian memicu penggunanya mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Ilustrasi penyitaan barang bukti narkotika sabu. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

Namun jika menganggap penggunaan methamphetamine bisa menjadi oslusi diet, Anda salah. Penggunaan obat-obatan ini justru memiliki resiko lain yang lebih berat bagi tubuh. Sebab penurunan berat badan terjadi sebagai akibat tubuh menjadi lebih aktif sehingga membakar kalori lebih besar. Buruknya, penurunan berat badan yang dihasilkan dari penggunaan methamphetamine berkontribusi pada kekurangan gizi yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Belum lagi risiko kecanduan yang berdampak pada sistem saraf dan gangguan psikologis, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Methamphetamine pada dasarnya memengaruhi sistem saraf pusat tubuh, seperti cara berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Penggunaan yang berlebihan juga bisa menimbulkan halusinasi, di mana Anda akan melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Jika sampai over dosis, bisa mengakibatkan muntah-muntah, tidak sadar, bahkan berujung pada kematian.

DAILYMAIL | ADDICTIONHOPE | BETTERHEALTH

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."