Asri Welas Ingatkan Anak Tidak Kebablasan Gunakan Bahasa Inggris

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Asri Welas Pramawati

Asri Welas Pramawati

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Asri Welas memiliki pendapat khusus tentang penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan anak-anak Indonesia. Beberapa tahun belakangan, anak Indonesia dituntut untuk bisa fasih berbahasa Inggris.

Anak-anak didaftarkan ke sekolah internasional atau kursus yang menggunakan bahasa Inggris. Keputusan ini ternyata menjadi bumerang bagi orang tua. Sejumlah anak menjadi lebih sering berbicara dengan bahasa Inggris ketimbang Indonesia.

Baca juga:

Asri Welas Dimarahi Suami Gara-gara Kapoeira Saat Hamil

Tema Sederhana Atiqah Hasiholan Rayakan Ulang Tahun Putrinya 

Asri Welas mengatakan putra sulungnya Rajwa Gilbram Ridha Rahardja sempat mengalami isu serupa. Ini terjadi ketika anak yang biasa disapa Ibam tersebut bekerjasama dengan Glenn Fredly untuk lagu This Is My Holiday sebagai soundtrack film Kulari Ke Pantai.

(Seno / Tabloidbintang.com)
(Seno / Tabloidbintang.com)

"Dia belajar di sekolah internasional ya. Jadi pas ketemu Glenn (Fredly), dia langsung bilang, 'do you speak English, Glenn?'. Terus Glenn bilang,'Ini Indonesia harus pakai bahasa Indonesia'," ujar Asri Welas. Putra sulung Asri Welas pun tersadar apalagi setelah menyaksikan film Kulari Ke Pantai. 

Baca juga:

Franda Jelaskan Manfaat Tengkurapkan Bayinya

va Longoria Melahirkan di Usia 43, Ngidam Selama Hamil

Asri Welas juga merasakan hal serupa dan teringat pentingnya penguasaan bahasa Indonesia dibandingkan Inggris."Banyak orangtua yang anaknya disekolahkan di sekolah internasional. Ini bukan sok ya, tetapi kita mau memberikan anak-anak pendidikan bahasa. Pada akhirnya, anak-anak harus lebih menguasai bahasa sendiri. Dalam film ini, kita sangat bisa melihat seperti apa era anak-anak sekarang. Jadi pertanyaan dikembalikan lagi ke kita, sekarang berada di mana dan harus pakai bahasa apa," tutur Asri Welas.

Asri Welas  berharap penggunaan bahasa Inggris tidak kebablasan sehingga melupakan budaya asli Indonesia. "Ini membuat kita jadi melek. Kita harus menggunakan bahasa Indonesia. Jangan sampai kebablasan," tutupnya.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."