Ini Saran Pola Makan Sehat selama Ramadan dari Ahli Gizi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Tidur yang cukup serta makan makanan bergizi adalah beberapa cara meningkatkan imun tubuh. (Pexels/Destiawan Nur Agustra)

Tidur yang cukup serta makan makanan bergizi adalah beberapa cara meningkatkan imun tubuh. (Pexels/Destiawan Nur Agustra)

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaAhli gizi klinik Marya Haryono menyebut pengolahan makanan selama Ramadan perlu diperhatikan untuk mendapatkan manfaat puasa bagi kesehatan. Selain itu juga berdampak bagi tubuh.

“Pengolahannya diperhatikan, makan umbi-umbian tapi setiap hari bersantan, bergula merah. Bukan enggak boleh tapi kalau ini terus-menerus akhirnya menjadi potensi-potensi gula darah terganggu,” kata Marya dalam diskusi Ginjal Sehat untuk Semua di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2024.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan banyak mengonsumsi makanan tinggi gula maupun bersantan dapat menyebabkan masalah kesehatan di akhir Ramadan yang tidak diharapkan. Contohnya kadar gula darah tinggi yang berujung diabetes. Dia juga mengatakan selama puasa, kita harus selalu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak dalam komposisi dan sumber yang baik.

Makronutrien Plus Mikronutrien

Selain mencukupi makronutrien, mikronutrien juga harus dipenuhi, seperti vitamin dan mineral. Bukan hanya dari buah dan sayur namun bisa dari bahan makanan lain yang mengandung mineral dari protein seperti ikan dan kacang-kacangan.

“Vitamin dan mineral bisa kita cukupkan dari bahan-bahan yang mengandung protein, misalnya ikan, itu ada mineralnya. Kemudian kita konsumsi kacang-kacangan, ada mineralnya,” kata dokter di Rumah Sakit Bunda dan Siloam Kebun Jeruk di Jakarta itu.

Sementara saat sahur, Marya mengatakan cairan harus selalu terpenuhi untuk mencegah potensi dehidrasi selama 12-13 jam berpuasa. Cairan tidak hanya didapat dari air putih namun bisa diselipkan dari makanan yang berkuah atau buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, mangga, dan buah naga yang diblender menjadi smoothie.

Marya menyarankan untuk mengonsumsi semangkuk sedang buah untuk menutup sahur dan bermacam varian buah agar memenuhi asupan serat yang dapat menahan rasa kenyang lebih lama.

“Satu serving di saat berbuka seperti saat makan malam dan satu serving saat sahur kira-kira satu mangkuk ukuran sedang," ucap Marya. Aneka macam buah lebih direkomendasikan daripada hanya mengonsumsi satu jenis buah yang monoton setiap hari.

Pilihan Editor: Cara Putri Ayudya Tetap Fit di Bulan Ramadan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."