Pria Sebaiknya Hindari Alkohol 3 Bulan Sebelum Promil

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi pasangan sarapan. Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Ilustrasi pasangan sarapan. Foto: Freepik.com/wayhomestudio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Para peneliti dari Texas A&M University mengatakan pria sebaiknya tidak minum alkohol setidaknya tiga bulan sebelum program hamil.

Ditulis laman Medical Daily, Kamis 14 Desember 2023, konsumsi alkohol oleh pihak ayah mempunyai kaitan dengan peningkatan risiko sindrom alkohol pada janin, yang menyebabkan kerusakan otak permanen dan kelainan pertumbuhan pada anak.

Tim yang diketuai Michael Golding tersebut mencatat bahwa efek ayah yang minum alkohol dapat menyebabkan kelainan otak dan tengkorak pada bayinya. Dalam studi baru yang dipublikasikan di Andrology, tim mencatat bahwa efek ayah yang minum alkohol terhadap sperma bertahan lebih lama dari yang diperkirakan.

"Ketika seseorang mengonsumsi alkohol secara teratur dan kemudian berhenti, tubuh mereka mengalami penarikan, di mana ia harus belajar cara beroperasi tanpa adanya bahan kimia. Apa yang kami temukan adalah sperma seorang ayah masih terkena dampak negatif dari konsumsi minuman beralkohol bahkan selama proses penghentian, yang berarti dibutuhkan waktu lebih lama dari yang kami perkirakan sebelumnya agar sperma dapat kembali normal,” ucap Golding.

Seorang anak dengan sindrom alkohol janin mungkin memiliki mata kecil, bibir atas tipis, permukaan kulit halus di antara hidung dan bibir atas, dan mungkin mengalami kelainan bentuk sendi, kesulitan penglihatan, ukuran kepala kecil, kelainan jantung, dan pertumbuhan fisik yang lambat.

Anak tersebut mungkin juga memiliki keterampilan sosial dan perilaku yang buruk, disabilitas intelektual, koordinasi yang buruk, serta masalah memori, perhatian, dan suasana hati serta fitur wajah yang berbeda.

Sindrom alkohol janin sebelumnya hanya dikaitkan dengan konsumsi alkohol oleh ibu. Untuk mendiagnosis FAS, dokter saat ini hanya perlu memastikan apakah ibu pernah mengonsumsi alkohol selama hamil.

"Selama bertahun-tahun, tidak ada pertimbangan apa pun mengenai penggunaan alkohol pada pria. Dalam lima hingga delapan tahun terakhir, kami mulai memperhatikan bahwa ada kondisi tertentu di mana terdapat pengaruh ayah yang sangat kuat dalam hal paparan alkohol dan perkembangan janin,” kata Golding.

Konsumsi alkohol menyebabkan stres oksidatif yang mengganggu aktivitas sel normal tubuh. Jenis stres oksidatif yang sama terjadi bahkan selama penghentian, yang memperpanjang durasi efek alkohol pada tubuh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, jelas para peneliti.

Para peneliti yakin temuan ini akan memandu pasangan yang sedang lakukan program hamil dengan menunjukkan kepada mereka kapan harus berhenti minum alkohol untuk menghindari cacat lahir.

Pilihan Editor: Sempat jadi Pecandu, Adele Ungkap Sudah Berhenti Konsumsi Alkohol

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."