Getah Gambir Bisa Digunakan Jadi Pewarna Alami Baju

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Model mengenakan busana dari kain gambo muba/Antara-Ho LTKL.

Model mengenakan busana dari kain gambo muba/Antara-Ho LTKL.

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Mengutamakan fashion ramah lingkungan bisa dimulai dari menggunakan sumber daya alam yang ada di sekitar kita. Salah satu bahan melimpah yang bisa digunakan sebagai pewarna alami kain adalah getah gambir. Pewarna alami ini kerap digunakan oleh masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.

Bumi Serasan Sekate itu masyhur sebagai penghasil getah karet nomor wahid dan menjadi sumber penggerak perekonomian daerah. Namun, saat ini potensi ekonomi lain telah hadir melalui tanaman gambir yang tumbuh subur dan mulai diberdayakan masyarakatnya.

Gambir merupakan tanaman semak yang memiliki batang, bunga, dan buah. Buah dari tanaman gambir secara turun temurun digunakan oleh masyarakat daerah sebagai pelengkap budaya menginang dan menyirih. Selama 6 tahun terakhir tanaman gambir telah dikonversi menjadi pewarna alami untuk kain bernilai ekonomi tinggi yang dinamai kain gambo muba.

Kain gambo muba adalah kain tradisional yang dibuat dengan metode jumputan khas Sumatera Selatan. Metode jumputan sendiri mengandung makna yang sangat mendalam bagi masyarakat setempat yakni gotong royong yang dipresentasikan melalui motif dan corak dominan kotak serta melingkar.

Proses pewarnaan kain gambo dilakukan dengan cara dicelup ke getah gambir hingga menghasilkan warna natural dan memukau seperti cokelat, hitam, hijau, oranye, dan kuning.

Grant and Resource Mobilization Manager Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Vitri Sekarsari mengatakan kain gambo muba yang menggunakan getah gambir sebagai pewarna alami telah menjadi ikon fashion ramah lingkungan serta sumbangan Muba untuk dunia tekstil khususnya Wastra Nusantara.

Produk itu disebutnya tidak menghasilkan limbah kimia seperti umumnya fast fashion   yang lebih meminimalisasi bertambahnya kerusakan alam sehingga berdampak terhadap perubahan iklim dunia. "Wastra ini menjadi cerminan baru bahwa produk fashion bisa tetap terlihat modis tanpa merusak lingkungan," kata dia.

Gambo muba dalam kurun waktu yang relatif singkat telah berkembang pesat dan telah mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat, tidak hanya masyarakat Kabupaten Muba tetapi juga telah merambah sampai pada tingkat nasional hingga Internasional.

Bahkan, Ibu Negara Iriana Joko Widodo amat mengagumi kain gambo karena bahannya yang alami dan karya asli penduduk setempat. "Saya sangat terpukau dengan produk gambo muba ini. Karya orang lokal namun kualitasnya internasional," kata Iriana Jokowi.

Pilihan Editor: Tobatenun Menjelma dalam Koleksi Resort Wear, Pakai Teknik Celup Perwana Alami

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."