2 Hal yang Bikin Kamu Sering Digigit Nyamuk

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaGigitan nyamuk sangat mengganggu. Menggaruk bagian kulit yang baru digigit nyamuk bisa menjadi kebiasaan yang sering dilakukan. Tak jarang kulit malah jadi luka karena menggaruk terlalu keras.

Profesor neurosains di Johns Hopkins University School of Medicine Christopher Potter mengatakan sebenarnya nyamuk tertarik pada semua orang, tetapi bila kamu lebih sering digigit nyamuk daripada orang sekelilingmu, mungkin kamu secara inheren lebih menggoda nyamuk. Walaupun tidak ada satu pun alasan yang pasti mengapa beberapa orang digigit lebih sering daripada yang lain, namun para ahli mengidentifikasi dua kategori utama.

Kedua faktor ini, seperti disiarkan The New York Times dan Channel News Asia pada 12 Juli lalu yakni aspek biologis yang tidak dapat diubah dan perilaku yang dapat diubah.

Aspek Biologis

Aspek biologis terkait aroma tubuh seseorang. Lusinan molekul beragam yang didistribusikan ke seluruh tubuh bersatu untuk menciptakan bau unik. "Ini adalah kombinasi dari selusin bau yang semuanya menyatu dan kemungkinan campuran senyawa kimia khas inilah yang menarik bagi nyamuk," kata Potter.

Ini juga diamini profesor ekologi, evolusi biologi dan neurosains di Princeton University Lindy McBride yang mengatakan beberapa orang mengeluarkan lebih banyak bau yang disukai nyamuk.

Tetapi tidak berarti seseorang yang sangat harum bagi manusia akan selalu menjadi sasaran nyamuk. Hewan ini sensitif terhadap berbagai jenis bau, bahkan yang tidak dapat dideteksi manusia. "Nyamuk menyukai bau lengan. Tidak ada yang pernah menganggap lengan mereka bau," kata McBride.

Nyamuk tertarik pada sebum, zat berminyak seperti lilin pada kulit yang melindunginya dari kekeringan dan mengandung molekul yang menyebabkan bau badan.

Golongan darah mungkin juga berperan penting, kata dokter pengobatan darurat di Cleveland Clinic
Christopher Bazzoli. Nyamuk tampaknya tertarik pada orang dengan golongan darah O dan alasan ini belum dikonfirmasi oleh para peneliti.

Bazzoli menuturkan cara seseorang bernapas memainkan peran. Nyamuk mencari karbon dioksida, yang sebagian merupakan alasan mengapa mereka sangat pandai menemukan manusia.
Semakin banyak seseorang menghembuskan napas, maka semakin banyak karbon dioksida yang dia kirim ke udara dan mengundang serangga padanya.

Perilaku Manusia yang Memikat Nyamuk

Perilaku juga menjadi faktor yang dapat memikat nyamuk. Jika seseorang berolahraga berat dia mungkin akan bernapas lebih berat dan mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, yang mungkin akan mendatangkan nyamuk.

Keringat juga mengirimkan sinyal yang kuat ke nyamuk, terutama keringat yang bertahan selama beberapa jam, bercampur dengan bakteri di kulit.

Lalu, jika seseorang minum bir tepi pantai, dia mungkin juga mengeluarkan alkohol dalam keringatnya yang dapat memikat nyamuk. Selain itu, alkohol dapat mengubah susunan kimiawi bau badan yang bisa memikat nyamuk.

Pilihan editor: Cegah Serangan Nyamuk dengan Ekstrak Eukaliptus

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."