Tips Terhindar dari Gigitan Nyamuk

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Gatal akan sangat terasa ketika seseorang mendapat gigitan nyamuk. Agar terhindar dari berbagai gigitan nyamuk itu, para pakar kesehatan menawarkan sejumlah strategi berbasis bukti. 

Dokter pengobatan darurat di Cleveland Clinic Christopher Bazzoli mengatakan beberapa produk perawatan pribadi yang harum seperti parfum tertentu dan sabun dan lotion beraroma termasuk tabir surya dapat menarik nyamuk.

Jadi, jika seseorang akan menghabiskan waktu di luar ruangan saat ada nyamuk, cobalah gunakan produk yang bebas pewangi dan pertimbangkan untuk melewatkan parfum.

Warna pakaian tertentu seperti hitam dan biru tua bisa bertindak seperti magnet nyamuk. Penelitian juga menunjukkan nyamuk tertarik pada warna jingga dan merah cerah.

Bazzoli menyarankan untuk memilih warna yang lebih cerah dan jika ingin ekstra hati-hati, cobalah kenakan baju lengan panjang dan celana panjang.

Sejumlah penolak serangga dapat membantu mengusir nyamuk dengan cara kerja menutupi bau kulit secara efektif, kata profesor neurosains di Johns Hopkins University School of Medicine Christopher Potter.

Selain itu, ada juga barang elektronik dan gawai seperti lampu khusus yang dapat membantu membersihkan nyamuk dari ruangan.

Profesor ekologi, evolusi biologi dan neurosains di Princeton University Lindy McBride merekomendasikan kiat sederhana. Cobalah ambil kipas angin dan arahkan ke bawah meja karena nyamuk suka berlama-lama di dekat tanah dan menggigit kaki.

"Mereka meronta-ronta dengan angin sepoi-sepoi dan mereka bukan penerbang yang baik," kata dia seperti dilansir The New York Times dan Channel News Asia pada 12 Juli.

Pilihan Editor: 5 Manfaat Minyak Kayu Putih untuk Kesehatan, Redakan Batuk dan Gangguan Penapasan

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."