Cegah Serangan Nyamuk dengan Ekstrak Eukaliptus

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Bibit pohon Eucalyptuse. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Bibit pohon Eucalyptuse. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Semua orang ingin menghindari nyamuk untuk menghindari rasa tidak nyaman akibat digigit dan juga penyakit serius. Menggunakan produk antinyamuk memang bisa membantu menghindari nyamuk, namun banyak produk yang menggunakan bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan.

Pilih produk yang menggunakan bahan alami, terutama bila memiliki ekstrak eukaliptus. My Baby, sebagai produk minyak telon Indonesia, menguji bahan eukaliptus yang dipadukan dengan minyak sereh dan kamomil bersama dengan Institut Pertanian Bogor.

Baca juga:
Kenali 3 Jenis Nyamuk di Indonesia dan Cara Menghindarinya

Dari uji coba tersebut, ditemukan kalau ekstrak eukaliptus yang dipadukan dengan minyak sereh dan kamomil bisa efektif melindungi diri dari nyamuk selama 8 jam.

“Kombinasi bahan alami ini memberikan efek yang menutup indra penciuman nyamuk, jadi tidak bisa mencium manusia,” jelas Dahlia Yolanda, General Manager Brand Portfolio Strategy & Innovation PT Barclay Products, di Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.

Dari uji coba yang dilakukan, ketiga bahan ini bisa memberikan perlindungan sampai 90 persen. Tentu saja produk ini akan efektif melindungi tubuh dari nyamuk selama 8 jam bila tidak terkena air.

Artikel lain:

Langkah Penting untuk Menghindari Nyamuk Demam Berdarah

Karena itu, Dahlia menjelaskan kalau produk ini sebaiknya digunakan setelah mandi. Walaupun dibuat untuk bayi, produk ini juga efektif digunakan orang dewasa. Dahlia memastikan kalau produk terbaik untuk melindungi keluarga dari nyamuk adalah dengan menggunakan produk yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali.

“Kelebihan dari produk ini adalah kita menggunakan bahan alami dan tidak ada bahan kimia sama sekali,” lanjut Dahlia.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."