Cara Jitu Melibatkan Suami dalam Mengasuh Anak, Menurut Psikolog

Ilustrasi ayah dan ibu bermain dengan anak/Gredu

keluarga

Cara Jitu Melibatkan Suami dalam Mengasuh Anak, Menurut Psikolog

Jumat, 16 September 2022 22:00 WIB
Reporter : magang_merdeka Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam mengasuh anak, peran ayah dan ibu sama-sama penting. Tak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tapi juga memengaruhi kesehatan mental pasangan. Bicara soal peran ayah, psikolog Saskhya Aulia Prima mengatakan peran suami sangat penting dalam mengasuh anak karena berdampak pada kesehatan mental istri.

Menurutnya, dengan berbagi tugas dengan suami, para ibu tidak menanggung tugas sendirian. Bahkan, bisa mendukung kesehatan mental istri saat mengalami kelelahan secara fisik maupun mental mengasuh buah hati. 

“Hal-hal teknis yang bisa dibantu ayah misalnya, bantu mandiin, bantu makein lotion, atau bantu kayak, hal-hal lain nggak langsung ke anak tapi misalnya mijitin istri, bawain makanan,” jelasnya kepada Cantika di Greyhound Cafe Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 September 2022. 

Saskhya juga mengatakan, keterlibatan suami dalam mengasuh anak juga berdampak positif untuk dirinya sendiri, yaitu menjadi seseorang yang lebih baik untuk keluarga. 

“Buat ayahnya tuh kalo sering terlibat, lama-lama dia stresnya lebih bisa dikelola dengan baik dan biasanya memicu ayah menjadi citizen yang baik, karena dia misalnya jadi tidak ngebut-ngebut, lifestyle-nya dibenerin, karena kan mau berumur panjang buat keluarga,” ucap Saskhya.

Psikolog Saskhya Aulia Prima di acara ulang tahun Momami #Togetherwithmi di Greyhound Cafe Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 September 2022. Foto: Cantika.com/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi

Untuk dapat melibatkan seorang ayah dalam pengasuhan anak, Saskhya mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh ibu. Pertama, luangkanlah waktu untuk mengajak suami berbicara. Komunikasikan kepada pasangan mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam berbagi tugas mengasuh anak.

“Yang perlu kita bantu dari sisi sebagai istri, mungkin sering ngobrol dengan suami, bertanya perasaannya selama jadi ayah, bingungnya apa. Terus kalau kita ingin dia bantu, sebutkan saja, kita butuh bantuannya apa, kadang-kadang mereka bukan tidak mau, tapi tidak tau,” kata Saskhya. 

Kedua, Saskhya juga mengatakan, ucapkan kalimat apresiasi ketika suami membantu. “Kita apresiasi usai membantu, 'nah gitu dong bantuin ini, bantuin itu, makasih ya', dan lain sebagainya,” ucapnya. 

Ketiga, kurangi terlalu banyak kritik kepada pasangan. Berilah waktu, biarkan pasangan menemukan kesenangannya dalam mengurus anak, sehingga bisa lebih percaya diri sebagai ayah.

“Kurangi banyak komen, misalnya, itu ‘kayaknya gendongnya jangan gitu deh’, banyak banget yang kita kritik sehingga membuatnya ‘elu aja deh gua ngga mau’ term-nya dulu tuh dad shaming, gitu,” jelas Saskhya. 

Jangan lupa terapkan kiat-kiat di atas untuk merangkul ayah alias suami para sahabat Cantika menjalankan peran sebagai orang tua bersama-sama.

NABILA RAMADHANTY PUTRI DARMADI

Baca juga: Ibu Jangan Langsung Ngambek, Ketahui Sebab Suami Enggan Mengurus Anak

  

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika