Anak Kecanduan Gadget, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

keluarga

Anak Kecanduan Gadget, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

Senin, 25 Juli 2022 10:30 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Di dunia serba digital, penggunaan gawai atau gadget menjadi bagian dari rutinitas sehari. Tak hanya bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Meski begitu, penggunaannya wajib diatur untuk cegah anak kecanduan gadget. Mengapa? Menurut psikolog Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto salah satu penyebab anak kecanduan gadget adalah karena meniru perilaku lingkungan.

"Tentu sesuatu itu ada sebabnya ya. Ada yang membuat dia jadi demikian. Nah, pertama adalah anak-anak itu peniru yang terbaik di dunia. Jadi perilakunya itu justru meniru dari lingkungannya," kata Kak Seto saat dihubungi Ahad, 24 Juli 2022.

"Sekarang ini gimana anak tidak bermain dan kecanduan gadget? Karena pertama tentu meniru dari orang tuanya. Jadi jangan salahkan anak kalau kecanduan gadget, sementara ayah atau bundanya juga sibuk bermain gadget. Kadang-kadang tidak ada waktu untuk anak. Kadang kalau ada kegiatan lain, anak dikasih gadget supaya tenang," tambahnya.

Setelah meniru perilaku dari sekitarnya, Kak Seto mengatakan bahwa hal tersebut akan berlanjut ketika sang anak merasa menikmati dan nyaman dengan hal tersebut. Akhirnya, sang anak pun dapat menjadi candu saat menggunakan gadget.

"Kedua, dari meniru itu dia menikmati sesuatu yang menyenangkan. Itu akan terus ditingkatkan. Akhirnya, itulah yang membuat anak-anak menjadi kebablasan mencandu gadget. Karena nikmat dan nyaman," jelas Kak Seto.

Kak Seto juga mengatakan anak kecanduan gadget juga dipengaruhi oleh situasi saat ini, di mana selama beberapa waktu lalu anak-anak tak dapat pergi ke sekolah dan belajar menggunakan gadget akibat pandemi Covid-19. Walhasil, penggunaan gadget lebih intens dari sebelumnya. Anak pun mengeksplor sendiri penggunaan gadget tersebut untuk mengakses situs-situs lainnya, selain untuk belajar.

"Sebelum pandemi juga dijelaskan anak-anak harus ke sekolah, tidak boleh pegang gadget, sekarang terbalik. Anak-anak tidak boleh ke sekolah, harus pegang gadget. Karena mula-mula untuk belajar. Setelah itu mungkin belajar kurang menyenangkan, kenapa nggak keterusan saja bisa mengakses ke berbagai situs yang kadang negatif atau berbahaya," ujar Kak Seto.

Untuk mencegah anak kecanduan gadget, Kak Seto menyarankan agar orang tua dapat mendekatkan diri menjadi sahabat anak. Dengan demikian, anak pun akan merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan orang tuanya.

Sebaliknya, jika orang tua hanya melarang anak untuk bermain gadget, namun tetap sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hal tersebut akan membuat anak merasa frustrasi atau bahkan menyebabkan melakukan hal yang negatif.

"Sering di dalam keluarga, orang tua tidak menjadi sahabat anak. Jadi hanya main perintah, instruksi, komando, tapi tidak mendengar suara anak. Jadi marilah mulai diubah gaya mendidik orang tua. Mulai banyak berdialog dengan anak, bermain bersama, dan sebagainya," kata Kak Seto.

"Jangan cuma 'Nggak boleh main gadget!' lalu gadget dirampas atau bahkan ada juga yang sampai dibanting. Itu anak akan sakit hati sekali dan frustasi sekali. Malah salah-salah bisa melakukan tindakan yang nekat mungkin. Jadi tetap dengan cara ramah anak dan memposisikan ayah bunda itu adalah sahabat anak," tutupnya.

Baca juga: Psikolog Ungkap 3 Dampak Negatif Anak Kecanduan Gadget