Jangan Remehkan Nutrisi Zinc, Manfaatnya Apa Saja?

Ilustrasi daging dan brokoli. Pixabay.com/Lawjr

kesehatan

Jangan Remehkan Nutrisi Zinc, Manfaatnya Apa Saja?

Minggu, 27 Februari 2022 15:00 WIB
Reporter : Antara Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Seng atau zinc adalah nutrisi yang memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Namun karena tubuh tidak dapat memproduksinya secara alami, Anda harus mendapatkannya melalui makanan atau suplemen. Jadi makanan apa saja yang mengandung zinc?

Dikutip dari Healthline, zinc dianggap sebagai nutrisi yang penting, artinya tubuh tidak dapat memproduksi atau menyimpannya sehingga Anda perlu mendapatkan asupan zinc secara konstan melalui asupan makanan atau suplemen.

Zinc diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh termasuk ekspresi gen, reaksi enzimatik, fungsi kekebalan, sintesis protein, sintesis DNA, penyembuhan luka dan tumbuh kembang. Zinc secara alami ditemukan dalam berbagai macam makanan nabati dan hewani. Makanan yang tidak secara alami mengandung mineral ini, seperti sereal sarapan, snack bar dan tepung roti, sering diperkaya dengan bentuk zinc sintetis.

Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen zinc atau suplemen multi-nutrisi yang menyediakan zinc. Karena perannya dalam fungsi kekebalan, zinc juga ditambahkan ke beberapa semprotan hidung, pelega tenggorokan dan perawatan flu alami lainnya.

Zinc adalah mineral penting yang digunakan tubuh dalam banyak cara. Faktanya, zinc adalah mineral paling melimpah kedua di tubuh setelah zat besi dan hadir di setiap sel. Zinc diperlukan untuk aktivitas lebih dari 300 enzim yang membantu metabolisme, pencernaan, fungsi saraf, dan banyak proses lainnya. Selain itu, penting untuk perkembangan dan fungsi sel kekebalan.

Mineral ini juga penting untuk kesehatan kulit, sintesis DNA, dan produksi protein. Terlebih lagi, pertumbuhan dan perkembangan tubuh bergantung pada zinc karena perannya dalam pertumbuhan dan pembelahan sel.

Zinc juga dibutuhkan untuk indera perasa dan penciuman Anda. Karena salah satu enzim yang penting untuk rasa dan bau yang tepat bergantung pada nutrisi ini, kekurangan zinc dapat mengurangi kemampuan untuk merasakan atau mencium.

Manfaat zinc

Penelitian menunjukkan bahwa zinc memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, mengurangi risiko penyakit terkait usia, mengurangi peradangan dan lainnya. Berikut ini adalah daftar beberapa manfaat dari zinc.

Zinc membantu menjaga sistem kekebalan tetap kuat. Karena itu diperlukan untuk fungsi sel kekebalan dan pensinyalan sel. Kekurangan dapat menyebabkan respons kekebalan yang melemah.

Suplemen zinc merangsang sel-sel kekebalan tertentu dan mengurangi stres oksidatif. Sebagai contoh, tinjauan dari tujuh penelitian menunjukkan bahwa 80-92 mg zinc per hari dapat mengurangi lamanya flu biasa hingga 33 persen. Terlebih lagi, suplemen zinc secara signifikan mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan respons kekebalan pada orang dewasa yang lebih tua.

Zinc umumnya digunakan di rumah sakit sebagai pengobatan untuk luka bakar, borok tertentu dan luka kulit lainnya. Karena mineral ini memainkan peran penting dalam sintesis kolagen, fungsi kekebalan dan respon inflamasi, diperlukan untuk penyembuhan yang tepat.

Faktanya, kulit Anda menyimpan jumlah yang relatif tinggi sekitar 5 persen dari kandungan zinc tubuh. Sementara kekurangan zinc dapat memperlambat penyembuhan luka, suplementasi dengan zinc dapat mempercepat pemulihan pada orang dengan luka.

Dalam studi 12 minggu pada 60 orang dengan ulkus kaki diabetik, mereka yang diobati dengan 200 mg zinc per hari mengalami pengurangan ukuran ulkus yang signifikan dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Zinc dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit terkait usia, seperti pneumonia, infeksi, dan degenerasi makula terkait usia (AMD). Zinc dapat meredakan stres oksidatif dan meningkatkan respons kekebalan dengan meningkatkan aktivitas sel T dan sel pembunuh alami, yang membantu melindungi tubuh Anda dari infeksi.

Orang dewasa yang lebih tua, yang menerima asupan zinc dengan cukup, mengalami peningkatan respons vaksinasi influenza, mengurangi risiko pneumonia dan meningkatkan kinerja mental. Faktanya, satu penelitian menetapkan bahwa 45 mg per hari unsur zinc dapat menurunkan kejadian infeksi pada orang dewasa yang lebih tua hingga hampir 66 persen.

Selain itu, dalam sebuah penelitian besar di lebih dari 4.200 orang, mengkonsumsi suplemen antioksidan harian seperti vitamin E, vitamin C dan beta-karoten ditambah 80 mg zinc, mampu menurunkan kehilangan penglihatan dan secara signifikan mengurangi risiko AMD lanjut.

Jerawat adalah penyakit kulit umum yang diperkirakan mempengaruhi hingga 9,4 persen dari populasi global. Jerawat didorong oleh penyumbatan kelenjar penghasil minyak, bakteri dan peradangan.

Studi menunjukkan bahwa perawatan zinc topikal dan oral dapat secara efektif mengobati jerawat dengan mengurangi peradangan, menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes dan menekan aktivitas kelenjar berminyak. Orang dengan jerawat cenderung memiliki kadar zinc yang lebih rendah. Oleh karena itu, suplemen dapat membantu mengurangi gejala.

Zinc mengurangi stres oksidatif dan mengurangi kadar protein inflamasi tertentu dalam tubuh. Stres oksidatif menyebabkan peradangan kronis, faktor yang berkontribusi dalam beragam penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan penurunan mental. Dalam sebuah penelitian pada 40 orang dewasa yang lebih tua, mereka yang mengonsumsi 45 mg zinc per hari mengalami pengurangan penanda inflamasi yang lebih besar daripada kelompok plasebo.

Baca: Ibu Hamil dan Vegetarian Rentan Kekurangan Zinc, Simak Faktanya