Episode Terakhir Layangan Putus, Ajak Perempuan Lebih Kuat dan Berdaya

Serial Layangan Putus yang diadaptasi dari kisah nyata ini sukses mengundang perhatian publik/Foto: Instagram/Officialpilarez

keluarga

Episode Terakhir Layangan Putus, Ajak Perempuan Lebih Kuat dan Berdaya

Sabtu, 22 Januari 2022 07:01 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Serial Layangan Putus baru-baru ini mencetak rekor terbaru. Selama berminggu-minggu, serial garapan WeTV tersebut menduduki posisi top trending karena telah ditonton selama lebih dari 15 juta kali dalam satu hari penayangannya.

Layangan Putus pun berhasil masuk ke jajaran trending di 25 negara. Bahkan, serial yang dimainkan oleh Reza Rahardian, Putri Marino, dan Anya Geraldine ini menjadi nomor satu serial yang tengah trending di 15 negara.

Akhirnya, setelah berlangsung 10 episode selama 10 minggu yang dipecah dua hari setiap Jumat dan Sabtu tuntas sudah. Para penonton -jika dilihat dari komentar mereka- cukup puas dengan akhir cerita yang berkisah drama rumah tangga ini. Lantaran diadaptasi dari cerita nyata, maka akhir ceritanya juga sudah bisa ditebak kalau Aris berpisah dengan Kinan.

Namun, perjalanan mereka sampai akhirnya berpisah bukan begitu saja terjadi. Pergulatan batin Kinan sangat bisa dirasakan oleh penonton tatkala ia mendengar langsung suami yang ia cintai sepenuh hati juga bisa mencintai perempuan lain dan tak bisa memilih untuk melepasnya. Simpelnya, sang lelaki tak ingin berpisah dari keduanya.

Putri Marino dalam serial Layangan Putus. Dok. WeTV/MD Entertainment.

Sementara itu, Kinan tak bisa membayangkan jika berpisah dengan Aris, selain ada sang putri, ia juga punya luka masa kecil karena tumbuh dari orang tua yang berpisah, tak ingin trauma itu juga dirasakan oleh Raya. Melalui saran dari temannya Andre -lelaki yang mengaguminya sejak lama- kedua sahabatnya Lola dan Dita, dan perenungan yang cukup intens, Kinan akhirnya memilih.

Usai mencari bukti perselingkuhan yang kuat, Kinan akhirnya mendaftarkan gugatan cerai. Kinan memilih untuk bahagia walau tak lagi bisa melanjutkan pernikahan dengan Aris. Ia belajar kuat dan berdaya, serupa dengan judulnya layangan putus, tidak apa-apa kalau layangan bisa putus.

Dikutip dari kata hati Kinan yang menjadi closing adegan Layangan Putus, "Bagaimana bisa aku membencinya, ketika ia-lah yang memberikan  pelajaran paling berharga dalam hidupku. Pernikahan ini telah mengajariku bahwa kadang kita butuh kekuatan yang jauh lebih besar, ketimbang menggengamnya erat, jadi aku akan meneruskan pelajaran ini kepada Raya. Tidak apa-apa jika sesekali kita harus kehilangan layangan kita, tidak apa-apa jika sesekali impian kita diterbangkan oleh angin, karena satu-satunya yang harus kita genggam erat adalah diri kita sendiri."

Berdaya atau memberdayakan diri seperti yang dipilih Kinan mungkin tampak narsistik karena kata "diri", tetapi ini bukan tentang narsisme. Ini tentang memiliki kendali atas hidup Anda, bukan hidup orang lain. Oleh karena itu, ini bukan tentang membuat dunia berputar di sekitar Anda tetapi membantu Anda membentuk hidup Anda sendiri.

Salah satu area terpenting di mana pemberdayaan diri dapat bermanfaat adalah dalam hubungan Anda. Saat Anda diberdayakan, Anda tidak bergantung pada penerimaan dan validasi orang lain. Sebaliknya, Anda adalah orang yang sangat aman secara emosional.

Meskipun kontrol sempurna atas hidup Anda tidak mungkin, Anda dapat mengontrol banyak hal yang menentukan kualitas hidup Anda. Tujuan pemberdayaan diri bukanlah untuk memiliki kendali yang sempurna, tetapi memiliki kemampuan untuk menggunakannya untuk prioritas penting dalam hidup Anda, termasuk keluarga.

Bagaimana, Anda puas dengan episode terakhir Layangan Putus? 

Baca: Seperti Aris dalam Layangan Putus, Ini Alasan Mengapa Susah Minta Maaf

ONE PERCENT BETTER