Jadi Penyanyi Penuh Tantangan, Intip Tips Raisa untuk Bisa Bertahan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Konferensi pers kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau bersama Sunsilk pada 22 November 2021/Unilever

Konferensi pers kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau bersama Sunsilk pada 22 November 2021/Unilever

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menjadi penyanyi ternama seperti sosok Raisa Andriana tentunya tidak mudah. Raisa membagikan ceritanya selama menjalani profesi sebagai penyanyi profesional. Ada banyak sekali tantangan yang harus ia hadapi ketika memutuskan untuk terjun di dunia hiburan.

Tantangan itu tidak hanya datang dari pekerjaan, namun juga dari rumah. “Perempuan itu kalau di tempat kerja seolah-olah mereka tidak punya keluarga, tapi kalau di rumah, mereka seolah-olah tidak punya pekerjaan. Jadi di semua lini mereka harus perfect,” ujarnya pada konferensi pers kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau bersama Sunsilk dan Unilever pada 22 November 2021.

Raisa bercerita ada banyak tuntutan yang dibebankan padanya. Saat berada di hiburan, Raisa mendapat banyak sekali permintaan yang berbeda dari klien-klien. Ada beberapa permintaan yang bahkan menginginkan Raisa untuk berubah. “Kita sering merasa harus selalu memuaskan permintaan,” kata Raisa yang mengaku terpaksa mengikuti berbagai permintaan para pihak yang berbeda-beda.

Wanita kelahiran 1990 ini menuturkan bahwa menemukan jati diri dan mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. “Karena nanti akan menemukan berbagai jalan yang menjanjikan kalau kita berubah, dan di situ value kita diuji,” ucapnya.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Raisa juga menyebutkan pentingnya role model yang bisa dijadikan sebagai inspirasi dalam berkehidupan. “Untuk kehidupan pribadi, dan berkeluarga itu aku look up to my mom (memandang ibuku),” katanya. Raisa juga bercerita bahwa dirinya kerap melakukan curhat dan meminta masukkan kepada para musisi senior yang memiliki karier luar biasa, dan panjang.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sunsilk mengadakan kampanye yang dapat membantu perempuan Indonesia untuk menciptakan peluang menggapai mimpi. Elvina Lim, selaku Senior Brand Manager Sunsilk menyampaikan hasil studi terkait hal tersebut.

“60 persen perempuan di Indonesia merasa bahwa tantangan terbesar mereka meraih mimpi berasal dari lingkungan, dan 89 persen diantaranya mengatakan bahwa tuntutan masyarakat itu mempengaruhi cara pandang perempuan,” ucapnya.

Terlebih, menurut psikolog Inez Kristiani, tingkat kecemasan dan stres pada wanita selama pandemi meningkat sebesar 57 persen. Ada berbagai faktor yang menjadi tantangan perempuan untuk menggapai mimpi. Salah satunya adalah beban domestik yakni pekerjaan rumah yang selalu menjadi beban kebanyakan perempuan Indonesia.

Sunsilk memberikan banyak program yang juga bekerja sama dengan Skill Academy dari Ruangguru agar bisa mengevaluasi mimpi perempuan di Indonesia. Ada pun berbagai pelatihan yang dapat diakses pada laman resmi Sunsilk.

Baca: Anggun dengan Gaun One Shoulder Putih, Raisa Raih 4 Piala AMI Awards 2021

LAURENSIA FAYOLA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."