10 Tanda Toxic Friendship dan Cara Mengatasinya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi gosip/pertemanan. Shutterstock

Ilustrasi gosip/pertemanan. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Meskipun telah berteman dalam waktu yang lama, bukan berarti hubungan kamu dengan mereka selalu berjalan baik-baik saja. Ada pula relasi pertemanan yang beracun atau toxic friendship, tapi tidak disadari. Salah satu cirinya adalah ketika Anda mulai merasa malas untuk bertemu dengannya.

“Teman Anda mungkin merupakan seorang emosional yang tampaknya "menyedot" kekuatan hidup Anda setiap kali Anda berbicara dengan mereka atau menghabiskan waktu dengan mereka,” kata Judy Ho, yang merupakan seorang neuropsikolog klinis, dikutip dari Well and Good, 2 November 2021. 

Selain itu, teman yang beracun bisa jadi berpura-pura bahagia tapi secara pasif agresif menjatuhkan Anda, membuat segalanya menjadi tentang mereka, atau membuat tuntutan berlebihan dari Anda tetapi mereka tidak ingin dituntut seperti yang mereka lakukan kepada Anda. Agar tidak terjebak dalam pertemanan yang beracun, berikut 10 tanda yang patut diwaspadai

10 tanda Anda memiliki toxic friendship

1. Tidak merasa didukung

Teman-teman Anda seharusnya merayakan segala proses positif dalam kehidupan kamu. Tapi jika kamu malah mendapatkan sindiran atau komentar negatif darinya, maka berhati-hatilah.

Courtney Glashow, seorang psikoterapis mengatakan “Dalam persahabatan yang sehat, seseorang akan mendorong kamu untuk tumbuh dan sukses, tidak iri juga merendahkan,” katanya.

Lebih lanjut, persahabatan harus menjadi sistem pendukung untuk sesama. Dengan begitu, pastikan orang-orang yang dekat dengan kamu merupakan orang yang memang mau mendengarkan dan mendukung kesuksesan dari setiap usaha Anda.

2. Sering bertengkar

Pertengkaran di tengah persahabatan memanglah hal yang umum. Tapi hal tersebut bisa menjadi tidak baik jika seseorang dengan sengaja menyakiti temannya. Aimee Barr seorang psikoterapis menyampaikan bahwa jika kita mulai merasa tidak nyaman, menyembunyikan informasi demi ketenangan orang lain, maka kamu perlu mengevaluasi diri atas relasi pertemanan yang sedang kamu jalani.

3. Merasa lelah secara fisik

Menurut Elizabeth Conen, psikologis klinis yang berpraktik di New York, Amerika Serikat, tubuh kita dapat mengetahui seberapa nyaman diri kita terhadap orang lain. Apakah kamu tegang dan gelisah, atau santai dan bersemangat? Coba pikirkan tentang reaksi fisik dan emosi Anda ketika bertemu dengan mereka.

4. Tidak bisa menjadi diri sendiri

Jika teman Anda tidak bisa menerima Anda apa adanya dan selalu berharap agar bisa berubah, maka itu bukanlah relasi pertemanan yang baik.

“Seorang teman sejati tidak akan pernah ingin kamu berubah,” kata Glashow. Justru, seorang teman yang baik harus bisa menginspirasi Anda agar Anda bisa terus menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri.

5. Tertekan

Sama seperti layaknya orang sedang berpacaran, persahabatan juga bisa membuat Anda tertekan. Jika mereka sudah mulai terlalu kritis akan kehidupan Anda, cemburu, suka mengontrol, atau cenderung meledak-ledak, maka mereka sudah melewati batas. Coba tanyakan pada profesional mengenai cara yang tepat bagi Anda untuk meninggalkan relasi tersebut dengan aman.

6. Teman Anda sering membicarakan orang lain

Sebelum persahabatan Anda jadi beracun, ada tanda bahaya yang harus diwaspadai. Salah satunya adalah soal bagaimana cara teman Anda membicarakan orang lain di belakang mereka. Jika mereka banyak membicarakan orang lain dengan dalih peduli, terlalu banyak mengkritik, atau mereka tampak cemburu, licik dan mendominasi, maka berhati-hatilah. “Kemungkinan suatu hari itu akan menimpa kamu,” imbau Dr. Ho.

7. Selalu tentang mereka

Tanda lain dari toxic friendship adalah ketika mereka membuat segalanya tentang mereka dan sama sekali tidak mempedulikan apa yang Anda alami. Misalnya, ketika Anda berbicara dengan mereka, mereka akan mengalihkan fokus pembicaraan pada dirinya sendiri karena tak ingin memberi Anda waktu dan ruang untuk berbicara.

8. Penuh drama

Ketika sesuatu berjalan dengan baik, teman beracun dapat secara tiba-tiba berkelahi tanpa alasan yang jelas. “Mereka mungkin melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya drama, baik dalam kehidupanmu maupun kehidupannya. Mereka juga tampak senang karena harus berurusan dengan drama tersebut,” kata Dr. Ho.

9. Mereka merendahkan Anda

Persahabatan yang sehat seharusnya dapat saling membangun antara satu dengan yang lain dan bukan malah merendahkan. Itulah sebabnya Dr. Ho mengatakan bahwa merendahkan dengan cara apa pun merupakan tanda besar lain dari hubungan pertemanan beracun. Mereka bisa saja memberdayakan, atau tidak mau berfokus atas kabar baik yang kamu miliki, juga bisa jadi mereka tidak suka ketika ada sorotan yang tertuju pada dirimu.

10. Tidak bisa dipercaya atau diandalkan

Salah satu manfaat dari adanya sebuah persahabatan adalah mengetahui bahwa mereka selalu ada saat Anda membutuhkannya. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada seseorang yang toxic sekalipun Anda pernah ada saat mereka membutuhkan Anda. Inilah alasan mengapa Dr. Ho menyebutnya sebagai tanda dari teman yang tidak baik.

Menurut Dr. Cohen, nyatanya tak semua hubungan pertemanan beracun bisa diperbaiki. Jika kamu merasa situasinya cukup aman untuk berbicara dari hati ke hati, maka lakukanlah agar teman Anda tahu apa yang kamu rasakan. Sampaikan kepada mereka apa yang menjadi kekhawatiran Anda selama ini dan tanyakan mengapa mereka banyak melakukan sesuatu dengan cara yang kurang baik.

Anda juga bisa memberikan batasan antara Anda dan teman Anda. Bicarakan kepada mereka mengenai apa yang baik untuk dilakukan dan tidak dalam suatu hubungan. Misalnya, jika teman Anda cenderung mendominasi percakapan terus menerus, maka Anda perlu mendapatkan waktu bicara yang sama pula.

Namun, jika hal tersebut malah mendapat balasan yang kurang baik, maka pertimbangkanlah untuk segera memutuskan hubunganmu dengan mereka. Apalagi, jika kamu sudah mulai merasa bahwa itu merupakan salah Anda yang terlalu sensitif. Dr. Ho dengan jelas mengatakan bahwa ini mungkin sudah waktunya Anda untuk menjauhkan diri dari toxic friendship dan menginvestasikan segala waktu dan energi kepada hubungan yang jauh lebih baik.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Teman yang Berhati Baik, Jangan Sampai Dilepaskan

LAURENSIA FAYOLA l WELL AND GOOD

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."